Sunday, 8 April 2012

Kami Bukan Sebagai TAMU Ke Pecinan Melainkan Sebagai PENGAMEN


Kami Bukan Sebagai TAMU Ke Pecinan Melainkan Sebagai PENGAMEN

Wajah yang tidak asing lagi bagi pedagang-pedagang di pecinan, pertama-tama mereka senyum melihat kedatangan kami. Tapi ternyata semakin sering kami setor muka ditempat kumpulan orang-orang Cina itu. Tamu-tamu itu terhibur dengan suara kami yang berlogat berat keras dan terdengar semangat-semangat teruntai diliric-lirik lagu. Mereka terhibur dan tertawa dengan hal yang jarang mereka dengar, tetapi yang kami butuhkan hanyalah satu yakni selembar apresiasi dari kantong mereka. Tak malu-malu kami mengatakan horas, sehingga mereka bertanya tanya orang apa yah???? Kebersamaan  kami menjadi semakin solid jika melakukannya berulang-ulang dan penuh semangat. Berapapun yang didapatkan dari hasil ngamen kami selalu bersukur dan tidak pernah ada kata sungut yang kami bawa pulang dari Pecinan. Tampa disadari Pecinan membantu dalam menjalankan organisasi yang kami ikuti yakni organisasi PARHATA. Meskipun kami bukan sebagai tamu melainkan sebagai pengamen kami tetap enjoy.
By: sandi Suroyoco Sinambela
Post a Comment