Wednesday, 11 July 2012

malasya klaim tortor dan gondang sembilan

Malaysia klaim tortor dan gondang sembilan
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.

            Sungguh memalukan sikap malaysia yang mengklaim tor-tor dari batak toba, dan gondang sembilan dari Mandailing. Budaya ini sudah lama ada sejak kemunculan orang batak di Sumatra tepatnya dari Samosir, Pusuk Buhit. Gondang sembilansudah  ada sejak 500 tahun lalu di Mandailing. Kog malaysia sangat nekat yah! atau memang karna serakah? Oh gitu, ga pernah lihat orang batak marah berarti. Mmmmm kita patutnya sangat kecewa.

 Setelah sengketa perbatasan pantasnya Indonesia harus belajar menghadapi tetangga yang usil ini. Indonesia harus bertindak tegas, diplomasi seperti main kucing-kucingan aja bagi mereka. Lalu sebagai bangsa yang dulunya terpandang, apa yang harus kita perbuat? Kita ini adalah guru mereka, dulu banyak tenaga pengajar yang dikerahkan ke mereka, tapi rasanya kog malah meraja lela? Sudah dikasi hati minta jantung, sudah dikasi jantung, malah mau nginjak.

Perkataan pak Ruhut itu benar juga Indonesia harus memberikan sock terapi. Orang batak akan sangat terpukul dengan mendengar kabar ini. Tak terbayangkan lagi jika budaya ini hilang maka orang batak akan hilang juga. Jangan bertindak gegabah lagi indonesiaku, sebab jika warga langsung yang turun tangan maka akan memakan korban. Terlebih lagi jiwa keras batak akan mudah muncul, tiang di bayar tiang artinya bisa saja kami nekat karna kami sudah dicuri! mana harga diri yang selama ini menjadi gambaran kami? Budaya batak diambil! sama dengan mengambil orang batak itu sendiri.

Menyikapi tindakan konyol malaysia ini saya sebagai orang batak yang cinta dengan budaya batak siap mempertahankan budaya ini meski darah harus tumpah. Karna budaya itu hilang berarti aku hilang. Kita harus paham satu hal, kemanapun orang batak dia selalu membawa budaya. Budaya itu menempel keras pada dirinya, lalu malaysia ingin memisahkan?

Bagai mana ketegasan dari pemerintah?  Satu kali kau sakiti hati ini sudah ku maafkan dua kali kau sakiti hati ini juga ku maafkan. Ketiga kali Indonesia ngapain yah? Pemerintah salah langkah, kalau  terpancing  bisa-bisa tahun kedua Sumatra Utara berdarah. Belajar dari kesalahan kalau tidak Indonesia yang akan merasa bersalah karena ketidak tegasannya.

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, pecinta budaya batak
Hp:  081263545630

Post a Comment