Wednesday, 11 July 2012

manajemen ternak potong # kasus babi oleh sandi sinambela


TUGAS KELOMPOK #11 (BABI)
MANAJEMEN TERNAK POTONG DAN KERJA














Disusun oleh:
Kelas E
Sandi S Sinambela       23010110110031
Jesica Sibarani              23010110130006
    Andika Aji Praseto       23010110110066
ErickaYuli Hardani     23010110110034
Emy Sugiarti                 23010110130178
Ulfa Chanifah              23010110120126













FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012






MTPK # 11 (babi)
Seorang peternak babi pemula mendapat kontrak untuk memasok 80 ekor babi umur 8 bulan dengan bobot 80-90 kg (prangko Jakarta) setiap 2 minggu. Harga babi per kgnya Rp. 22.500 apabila penyusutan selama perjalanan Semarang-Jakarta sebesar 10 %, buatlah perencanaan peternakan ini dengan pedoman yang ada dibawah ini:
Litter size
11ekor
Curah waktu kerja per AU
5 menit
Mortalitas s/d 8 bulan
8%
Waktu kerja per orang/hari
7 jam
Rasio pejantan:induk
1:4


Tentukanlah:
1.      Poin poin penting yang harus ada agar dapat menentukan perencanaan
2.      Langkah-langkah penyelesaian secara runtun dan sistematik
3.      Hitunglah jumlah ternak, jumlah tenaga kerja dan model pembibitan hingga penggemukannya.

Jawab:
a.       Langkah pertama adalah mencari berapa induk untuk menghasilkan target anak 80 ekor:
108    x 80   =   88 anak
100

Jadi jumlah Induk adalah  88/11 =  8ekor
Rasio induk jantan : betina adalah 1: 4 = 2: 8 untuk 1 kelompok (2 minggu)

Maka kita harus mengetahui periode kawin – bunting- sapih- sampai dikawinkan lagi.
Menghabiskan waktu:
Bunting 114-115 hari + sapih 45 hari + persiapan di kawinkan lagi adalah 21 hari maka didapatkan waktu  6 bulan dalam 1 periode.
Untuk kontiniuitas:
Selama 6 bulan terdapat 12 kelompok induk
Jadi jumlah induk seluruhnya adalah 96
Jumlah pejantan adalah 4ekor
Jumlah induk dan pejantan adalah 100 ekor

Melahirkan 1-8
 

      1         2          3         4            5              6          7          8     bulan              
                     8      9     10     11     12           3     4  

Misalnya Sudah dikawinkan
 

Tanda warna merah adalah menunjukkan induk yang sama yang akan di kawinkan








Model perkawinannya
 






      1         2          3         4            5              6          7          8       9       10     11         12         
                     8      9     10     11     12           3     4   5    6   7    8    9   10    11    12
p
 
P 1
 
 







Keterangan :
K1.1    = kelompok 1 kawin pertama
P          = partus
P1        = partus kelompok 1
Sp        = sapih
O         = di jual

Jadi jumlah babi pada setiap fase dapat di tapsir selama 8 bulan sebagai berikut:
Fase prestarter = 1408/5 =  282
 Fase starter     = 282
Fase grower 1  = 282
Fase grower 2  = 281
Fase finisher    = 281    +
                        =1408

Jam kerja/orang/hari    = 7 jam
Tenaga kerja    = X orang
Total jumlah jam kerja = X x 7 jam x 60  = 420X menit
Jumlah ternak
Starter dan prestrarter = 0,5 x 564 = 282 AU
Grower                        = 0,3 x 563 = 169 AU
Finisher                       = 0,4 x 281 = 112 AU
Induk                          = 0,5 x 100 =   50 AU    +
                                             613 AU
1 AU =
X = 7
Pekerjanya ada 7 orang


Tabel 1. Kebutuhan BK, PK, EM Babi
Bobot badan (kg)
Pertambahan bobot badan (g)
Kebutuhan BK (kg)
Kebutuhan PK (%)
Kebutuhan EM (kkal/day)
1-5
200
0,250
24
805
5-10
250
0,460
20
2.490
10-20
450
0,950
18
3.090
20-50
700
1,900
15
3000
50-110
820
3,110
13
3000
Sumber: National Research Council, 1988.



Tabel 2. Standar Kandungan BK, PK, dan EM Bahan Pakan
Bahan Pakan
Kandungan BK
Dalam 100% BK
(%)
Kandungan EM (kkal/kg)
Kandungan PK (%)
Bekatula
89
3040
11,5
Ampas Tahua
88
2.865
24
pollardb
89
2704
11,99
Bungkil kelapa sawitb
87
3.110
18
Sumber : a : National Research Council, 1988.
               b : PT Charoen Phokphan Indonesia.


Untuk menyusun ransum kita terlebih dahulu harus mengetahui berapa kebutuhan standat pada setiap fase babi tersebut:
A.    PRESTARTER
1-5 kg
Pk = 24
ME= 805

nama pakan
pk
em
persen
persen em
persen pk
bekatul
11,5
3040
2%
60,8
0,23
ampas tahu
24,5
2865
91%
2607,15
22,295
pollard
11,9
2740
5%
137
0,595
bungkil kelapa sawit
18
3110
2%
62,2
0,36
100%
2867,15
23,48








B.      FASE STARTER
5-10
Pk 20
ME = 2.490

nama pakan
pk
em
persen
persen em
persen pk
bekatul
11,5
3040
33%
1003,2
3,795
ampas tahu
24,5
2865
60%
1719
14,7
pollard
11,9
2740
2%
54,8
0,238
bungkil kelapa sawit
18
3110
5%
155,5
0,9
100%
2932,5
19,633


C.      FASE GROWER I
10-20
18
3.090

nama pakan
pk
em
persen
persen em
persen pk
bekatul
11,5
3040
35%
1064
4,025
ampas tahu
24,5
2865
50%
1432,5
12,25
pollard
11,9
2740
10%
274
1,19
bungkil kelapa sawit
18
3110
5%
155,5
0,9
100%
2926
18,365









D.      FASE GROWER II
20-50
15
3000

nama pakan
pk
em
persen
persen em
persen pk
bekatul
11,5
3040
55%
1672
6,325
ampas tahu
24,5
2865
15%
429,75
3,675
pollard
11,9
2740
5%
137
0,595
bungkil kelapa sawit
18
3110
25%
777,5
4,5
100%
3016,25
15,095



E.     Finishing dan induk
50-110
13
3000

nama pakan
pk
em
persen
persen em
persen pk
bekatul
11,5
3040
46%
1398,4
5,29
ampas tahu
24,5
2865
2%
57,3
0,49
pollard
11,9
2740
27%
739,8
3,213
bungkil kelapa sawit
18
3110
25%
777,5
4,5
100%
2973
13,493



Trimakasih!!!

Post a Comment