Monday, 27 August 2012

1001 sahabat 'nurliana Sianipar by: sandi suroyoco sinambela


Nurliana Sianipar .....
By: Sandi Suroyoco Sinambela

            Saya mengenalnya sejak duduk di bangku SMP negeri 1 Siborongborong kelasVII-2.  Sewaktu SMP kami memang tidak terlalu kompak, sifatku yang pemalu pada perempuan adalah penyebab utamanya. Nurliana yang saya kenal saat itu adalah gadis yang culun.  Rambut terikat,  ditambah dengan kacamata yang tebal. Memang agak kelihatan lugu namun dia adalah gadis yang aktif.  Lain dari anak cewek yang lainnya kalau soal olahraga dia pasti tertarik. 
            Kedua orangtuanya sangat memperhatikan akademik mereka.  Papanya adalah wirausaha, mamanya adalah seorang guru.  Nurliana adalah orang yang pintar.  Berbekal giat mengerjakan tugas, sering diskusi kelompok dia menjadi lebih dari teman yang lainnya termasuk aku.
            Pertama-tama saya mengira dia adalah anak “rumahan”. Pandangan saya terhadapnya ternyata salah.  Dia adalah gadis yang gigih membantu orangtuanya disawah dan dikebun kopi mereka.  Kebun kopi dan kebun nenas!  Disanalah ia sering membantu orangtuanya.  Saya kagum padanya disamping tuntutan akademik dia masih sempat membagi perhatiannya untuk kebun mereka.  Terlebih kagum dengan ibu LS.  Ibu LS yang propesinya sebagai guru mampu mengarahkan nurliana menjadi gadis yang serba bisa.
            SMP  dia mendapa tprestasi yang baik, beda dengan saya.  Saya tertinggal jauh dari teman-teman saya, dari mereka.  Lantas sesudah tamat SMP. Dia sekolah di SMA yang memiliki nama yang begitu harum.  SMA negeri 2 balige menjadi tempat dia mengais ilmu. Beberapa orang teman sekelas waktu SMP mampu masuk disana. 
            Bibit kekompakan sewaktu SMP ternyata menguatkan kami. Sekarang nurliana kuliah di Malang.  Kalau liburan dan pulang ke Siborong-borong kami selalu berkumpul.  Kami meyakini bahwa persahabatan ini akan menjadi jalinan kekuatan bagi kami kelak. Sekarang terlihat sudah kegigihannya, kalau liburan pasti dia yang menjadi koordinator mengumpulkan anak-anak.
            Anak sulung yang berbakti pada orangtua, memberikan contoh yang baik kepada adek-adeknya. Itu yang tergambar dari aktivitasnya. Saya semakin yakin dengan jiwa baktinya disaat acara naik sidi ku.  Dia langsung tampak sibuk marhobas.  Betul-betul dia adalah boru parbahul-bahul nabolon.
            Belajar banyak dari dia tentang persahabatan yang sebenarnya.  Dia selalu mempertontonkan persahabatan tidak akan pernah ada habisnya.
Trimakasih......





PESAN PENTING YAG SAYA SAMPAIKAN PADANYA: kalau saya mencalon sebagai pemimpin maka saya sangat berharap banyak dia akan membantu dan menolong saya dengan dukungan penuh!
Dan sebaliknya jika dia yang MAJU maka aku akan mendukungya PENUH.

Post a Comment