Monday, 27 August 2012

1001 sahabat KAK Dwi Margaret soebono... By: Sandi Suroyoco Sinambela Thursday, August 23rd 2012. JOGJAKARTA

Dwi Margaret soebono...
By: Sandi Suroyoco Sinambela
Thursday, August 23rd 2012.  JOGJAKARTA

Aku selalu memanggilnya dengan sebutan kak Marga.  Ka Marga  adalah anak jogja.  Saya mengenal dia di Hybrid Manila.  Kala itu kami memiliki tugas mencari key voluntir bersamaan dengan tim yang lainnya.  Bang Davit Sibarani, ka Buchu, bang Josh, Aleks, Geri, Flo, Io, dan lainnya.  Aku harus akui kami semua memang sangat kompak.  Terbukti sampai sekarang jika kami liburan di  kota teman yang lain memang mereka sangat menyambut dengan hangat.
Saat itu saya liburan ke rumah  keluarga saya di Condong Catur Yogjakarta.  Saya kepikiran untuk mengunjungi ka Marga  kemudian sesampai dari Semarang tepatnya Tgl 14 agustus saya beberapa kali menghubunginya namun tidak tersambung.  Waktu itu saya kepikiran mungkin dia lagi sibuk. 
Tgl 22 pada hari rabu saya mengiriminya sms.  Ka ini saya Sandi Sinambela, aku lagi di Yogyakarta nih! Ka yok ketemuan ka. Setelah beberapa jam lagi smsnya datang, hey sandi  J, Sbb (sorry baru balas). Ia de kemaren kamu sms pas saya lagi kerja jadi ga sempat ngebalas.  Trus aku jawab, oh gapapa ka.  Trus kaka ada waktu luang ga besok?  Ia dek ada. Gimana kalo kita sarapan bareng? Oke jawabku. Benar-benar jawaban yang sangat simpel. Kami janjian ketemu di depan GOR UNY jam 08.00.
Dengan penuh semangat saya bangun jam 5 pagi.  Sempat masak dan bersih-bersih kemudian mandi.  Jam 07.28 saya berangkat dari perumahan Mino dan sudah tiba di depan GOR jam 07.49.  setelah jam 8.00 aku baru ngesms dia. Ka nih aku dah nyampe di GOR. Oke jawabnya. 
15 menit berlalu dia masih belum datang, aku dah menebak bahwa dia pasti baru bangun.  Dia kerja jam 10 malam sampai pagi jadi pasti dia ketiduran itu pikirku.  Jam 8.45 baru dia datang.  Dia muncul tepat di depanku.   Oh heyyyy dengan perasaan senang sekali bisa ketemu.  Tampa banyak tanya kami mencari tempat untuk sarapan. Kami sarapan soto.      Sambil menikmati soto kami cerita banyak.  Wajah terlihat heboh.  Saya menanyakan kepergiannya bulan kemaren di Roterdam Belanda.  Sungguh menakjubkan ceritanya.  Dia memulainya dengan cerita paper, kemudian lika-liku mengurus ijin kerja, dan yang paling tidak kalah menariknya saat dia bercerita tentang mengurus visa.  Dia juga menceritakan bang jos yang membantunya di jakarta mengurus visa.  Ka Marsinta Uli yang membantunya sesampai di Belanda. Serta keluarganya yang mendukung penuh dia.
A growing FRIENDSHIP that is moving towards a RELATIONSHIP  "She said that"  ya! Yonatan  juga menyemangati dia dari Amerika.  Bahkan ka marga dibantu memperdalam berbicara menggunakan bahasa iggris.  Sangat menarik.
Seketika itu saya mendapat tantangan hidup dari pengalaman dia.  Dia yang seorang cewe, berdarah asli jawa, dengan keberaniannya berangkat sendiri ke eropa.  Dia tidak memikirkan materi yang dia keluarkan tapi dia memikirkan sesuatu yang dapat dia bawa pulang. 
Kami kembali pulang ke kosan dia.  Dia mengajari saya basic berbahasa inggris.  Sungguh luarbiasa bahasa inggrisnya.  Dia menceritakan bagaimana perjuangan dia supaya pintar berbahasa inggris.  Dia emang sudah dari SMP sudah sangat tertarik dengan bahasa inggris, tetapi berbeda dengan saya yang baru setelah masuk kuliah baru tertantang ingin berbahasa inggris. 
Cerita kami semakin panjang dan dia mengajari saya berbahasa inggris lewat permainan duit,  dan saya sangat tertantang mendengarnya.  saya sempat berpikir dengan apa saya harus membayar semua ini?  kala itu saya berdoa sangat panjang buat kaka itu.  dia bercerita aku malah sambilan berdoa, :)
Dari  ceritanya itu saya mendapat motivasi yang besar pentingnya berbahasa inggris.  Dan satu hal yang saya harus acungkan jempol dia bukanlah mahasiswa bahasa.  Dia jurusan FKM UGM tetapi sangat fasih berbahasa inggris itulah yang saya kutip dalam hati.  Semoga saya bisa ketularan keahlian bahasanya.  Its so wonderful day for me.


Post a Comment