Saturday, 22 September 2012

MANUSIA PENUH HARAPAN By: Sandi Suroyoco Sinambela


MANUSIA PENUH HARAPAN
By: Sandi Suroyoco Sinambela



Bagaimana cara agar kita penuh harapan dan masa depan itu ada didalam kita?  Pertanyaan ini akan menjadi awal kita memahami kehendak Tuhan terhadap kita tentang harapan dan masa depan.

            Dianjurkan kita membaca alkitab, memulai dengan membaca alkitab merupakan langkah awal untuk membersihkan diri dan memberikan harapan bagi kita.  Bayak diantara kita berpikir tentang jauhnya cita-cita yang kemudian memutuskan harapan kita.

            Kesalahan terbesar sebagai anak Tuhan adalah disaat mengatakan bahwa kita tidak mempunyai harapan, apalagi jika kita mengatakan bahwa kita tidak memiliki masa depan. Berakhir pada  keputusasaan.   Padahal Tuhan mengatakan kepada umatnya,” bahwa masa depan sungguh ada, dan pengharapan tidak akan hilang.  Jadi masa depannya anak Tuhan tidak akan pernah hilang apalagi apalagi kehabisan harapannya.

            Sifat manusia selalu ingin mendapatkan hal yang lebih tampa melakukan sesuatu. Berarti kita menaroh harapan dan masa depan ditempat yang salah. Hal yang seperti ini yang akan menjatuhkan kita kedalam jurang dosa.   Ini merupakan salah satu keinginan daging manusia yang menjauhkan diri kita dari harapan dan masa depan itu sendiri.

            Mungkin banyak dari kita yang membuat rencara dan rancangan kita sendiri tampa menyandarkan hidup pada Tuhan.  Setelah rencana itu terlaksana mungkin malah kehancuran yang timbul bagi diri kita.  Dalam kejadian itu kita malah menyalahkan Tuhan.  Padahal Tuhan mengingatkan kita, berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberutahukan perkatannku kepadamu.   Kita tidak respon dengan firman, itulah yang membuat kita  tidak mendengar semua perkataannya.

            Rencana yang kita buat ternyata semakin mematahkan harapan kita. Mungkin kita bertanya-tanya didalam hati, mengapa demikian?  Kita harus tau apa yang di katakan Dia kepada kita,” Rencana Ku berbeda dengan rencanamu.  Jadi kita harus bersandar penuh kepada dia.  Dia ada didalam kita dan kita ada didalam kita. Maka yang kita kerjakan bukanlah rencana,kita sendiri melainkan rencana Tuhan juga.  

Diberkatilah orang yang menyandarkan dirinya kepada Tuhan.  Totalitas hidup kita memang harus tertuju kepada-Nya.  Kita harus mengagungkan nama-Nya dimanapun kita berada dan kapanpun. Dimulai dari membaca dan mendengar  firmannya maka kita akan diberikan pemahaman tentang firmannya.  Kemudian menjauhkan keinginan daging dan bersandar pada rencana-nya akan membawa kita pada harapan dan masa depan yang Tuhan janjikan. Kita harus mengingat bahwa dengan itu kita akan dicukupkan dalam segala hal.

Aminnn......
Saya mencoba membuat review kebaktian jumat di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
Saat itu saya mencoba menyimak saja, jadi banyak nats yang lupa. 




Post a Comment