Sunday, 16 September 2012

Sapi Dimana Sapi. Sapi Jadi Patung? Atau Sapi Tunggu Beranak Dulu. By: Sandi Suroyoco Sinambela


Sapi Dimana Sapi. Sapi Jadi Patung? Atau Sapi Tunggu Beranak Dulu.
By: Sandi Suroyoco Sinambela


Kami menanti-nanti sapi yang dijanjikan fakultas pada saat "pulang kandang", apakah teman-teman pernah bertanya-tanya tentang janji ini. dulunya alasan yang wajar dihanturkan" pakan hijauannya belum ada" lalu sekarang apa lagi? Kemarau?  Oh Idul Adha,,,, mungkin saja.

Mengulur waktu memang sudah menjadi tradisi kita.  Habis tradisi entar mendarah daging jadi budaya.  Timbul banyak pertayaan seperti memojokkan padahal hanya ingin mencari kepastian.

Apakah dana yang diberikan kurang?

Apakah dana sudah terpangkas?

Apakah sapinya sulit dicari? Atau sulit karena lagi mencari yang sangat murah?

Apakah ada niat untuk berusaha lupa? Gak mungkin.

kami tidak tau maka kami bertanya,,,, 

Kami mahasiswa sepenuhnya yakin kepada Fakultas. Perkembangan FPP akhir-akhir ini memang harus diakui jempol.  Sangat disayangkan kalau ada hal yang mengkeruhkannya kembali.

Bukan untuk menyalahkan, atau mempropokasi.  Namun saya berusaha untuk sejujur-jujurnya mengungkapkan isi hati saya.  Saya pernah menanyakan seorang teman mahasiswa  tentang sapi yang dijanjikan itu. Malah dia sudah lupa dengan hal itu.
Janji adalah hutang’  dan janji tidak terlaksana adalah kebohongan.  Ini adalah suara hati yang menjerit untuk menemukan sesuatu yang terbaik.  
Tidak fer rasanya kalau dana sumbangan masih ada yang mempergunakannya sebagai kepentingan pribadi. 

Post a Comment