Wednesday, 14 November 2012

1001 sahabat Jesica Sibarani By: sandi suroyoco sinambela


1001 sahabat Jesica Sibarani
By: sandi suroyoco sinambela


Jesica: 4 April 2012 “ asa rap semangat do hita”
            Dia pernah mengirim SMS permintaan maaf kepada saya,  sebelumnya saya pernah mengatakan kepada dia bahwa “sudah terlalu banyak orang yang kau buat sakit hati, jadi berbuat baiklah buat banyak orang untuk membayar semua itu. Kala itu dia mematahkan semangat orang banyak,  kami ingin latihan drama simardan tiba-tiba dia marah tah berarah.`
           
            Jesika Sibarani adalah segelintir orang biasa meskipun egonya tinggi namun dia masih memiliki sisi putih dalam hatinya yang tidak dimiliki oleh orang lain, buktinya dia bisa meminta maaf setelah menyakiti hati orang. Saya belajar kalau saya menemukan orang seperti dia maka saya sudah bisa mengatasinya.

            Jesika Sbarani adalah teman sekampus saya.  ia berasal dari laguboti Medan.  Harus saya akui egoismenya memang sangat tinggi. Dia sangat pemarah.  Saya sering kesal dengan tingkah lakunya yang terlalu individualis. 

            Saya terkadang tersadarkan itulah pribadinya apa adanya.  “ Banyak orang yang menyembunyikan sifat aslinya dan bahkan malah lebih kejam”  Positifnya dia memperlihatkan dirinya tampa menutupi sedikitpun.  Saya menyimpulkan bahwa orang harus melihat keberadaannya dan belajar menerima dia.

            Masalah yang timbul adalah apakah dia tidak pernah berpikir untuk menerima orang yang berbeda dengan perilakunya? 

            Mungkin dia masih mengingat kata-kata ini.  Selalu mengarah kepada yang benar meski menyakitkan positif thinking  dia pernah menuliskan kata-kata ini dimading kamar ku.  Saya malah tersadarkan lagi bahwa persahabatan yang sebenarnya adalah godokan persahabatan yang pahit dan menyenangkan.  Jika kita hanya mendapatkan senag saja maka kita tidak akan pernah bertumbuh dan tidak akan pernah memiliki pondasi persahabatan yang kuat.

            Saya tau betul bagaimana semangat dia belajar semester satu dan semester dua. Semangat yang berapi-api yang kamu kobarkan kepada teman-temanmu.  Namun mengapa pada akhir ini semangat belajarnya menurun?  Saya tidak mengerti apa yang membuatnya demikian.  Tapi satu hal yang harus saya katakan “suatu kebodohan bila ketika mendekati ending  semangat kita malah down”.  Dalam bidang apapun dan apapun yang kita kerjakan yang terpenting adalah sebuah pertumbuhan dan perkembangan yang membawa kita dalam sebuah kemajuan.


Post a Comment