Thursday, 15 November 2012

Sand = pasir Apakah nama adalah bagian dari gambaran perilaku? SANDI S SINAMBELA

SANDI   S  SINAMBELA.

Sand =  pasir


Apakah nama adalah bagian dari gambaran perilaku?

Mungkin saja!  Ini adalah cerita nyata dari hidupku.  Diawal-awal saya mengira bahwa nama saya (sandi) adalah sebuah nama umum yang diberikan orangtua kepadaku, atau sebut saja nama pasaran yang beredar banyak di muka bumi ini.

            Semester lima  saya merasakan ada  yang aneh muncul bagi perilaku saya.
“Pengambilan keputusan sangat susah untuk saya lakukan”.

Saya terpikirkan dengan arti sebuah nama yang saya tuliskan diblog.  Ketika itu saya hanya mengartikan nama kedua saya yakni SUROYOCO (pemimpin yang gesit, lincah, dan tepat waktu).  Saya berpikir kenapa saya tidak mengartikan nama pertama?  Saya termenung dan menememukan yang saya cari.

Sand adalah pasir.  Pasir dapat dengan mudah terbawa air dan mudah terbawa angin.

Itu bukan?  Apakah pendiskripsian objek pasir adalah hal yang negatif pada perilaku manusia?   Bukankah pasir adalah objek yang mudah terombang-ambingkan?  Saya flasback kehidupan saya memang benar adanya.  Lalu bagai mana tanya hati.  Saya sempat berpikiran negatif dan mulai tidak percaya diri.

Hanya selang beberapa menit pertanyaan datang lagi.  Bukankah pasih ada kelebihannya? Pikirku,  masa saya seperti air di daun talas? 

Memang tidak akan baik adanya jika bangunan di bangun diatas pasir, tetapi bukankah bangunan itu terbentuk karena pasir?  Dengan pertanyaan ini pemikiran saya kembali lagi positif.

Harus ada semen, harus ada batu, harus ada besi, harus ada kawat, dan harus ada kayu. Pasir dapat berdiri kokoh bukan! 

Maka untuk itulah seorang sandi harus berada dan bersama-sama orang bersifat semen, bersifat batu, dan lainnya.  Jika seorang sandi ingin berdiri kokoh maka sandi harus bisa bergaul.


Post a Comment