Monday, 6 May 2013

Tumbuhnya cinta Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Tumbuhnya cinta
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Jaringan mulai tersambung dengan koneksi bahasa yang semakin membaik
Kau dan aku mulai menyatu dengan mengabsorbsi pemahaman yang sama, dan ekskresi kepercayaan yang lebih solid.

Penerimaan rangsang semakin respon dan tak lagi hanya kesensitifan belaka.
Aku ingin milyaran epitel-epitel kecil menjaga situasi ini, agar tidak ada antigen yang masuk merusak hubungan yang masih terdiploidisasi ini.

Aku sampai saat ini masih berusaha memperkuat jaringan pengikat agar cinta berfibrin diseluruh aspek pemikiran kita.

Setiap harinya aku mengirimkan impuls-impuls agar kau mengerti dengan apa yang kupahami tentangmu sampai saat ini. Aku ingin sistem peredarannya bersarang di hatimu.

Aku tidak ingin mengekang kebebasanmu, bertumbuhlah dan tunjukkan padaku penotip yang unggul.  Karena setiap harinya aku membuat umpan balik agar kau juga membentuk meristem.  Aku yakin dengan begini cinta kita akan berakar dan bercabang  kuat.

Kita tidak perlu takut dengan cekaman ekstrim lingkungan.  Karna aku adalah bagian dari xilem dan engkau adalah floem aku yakin pohon cinta ini akan kokoh berdiri.  Angin, hujan, badai, tidak akan sanggup  membongkahkan akar atau mematahkan satu ranting cinta kita.  Bahkan kekeringanpun tidak akan mampu melayukannya.

Tujuanku dan tujuanmu pastinya sama.  Aku ingin cinta ini dapat berbunga penuh dengan mahkota yang indah kelak.  Semerbak wangi yang  tercium jelas kepada mahluk lainnya. Kupu-kupu yang indah akan menjadi pemandangan hidup kita saat matahari terbit.  Dan dimalam hari kabut putih akan menutup satu-persatu kelopak. 

Dan saat matahari terbit lagi kita sudah berbuah.


Post a Comment