Saturday, 7 March 2015

Manejemen penanganan telur tetas


Manejemen penanganan telur  tetas
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Penetasan modern adalah  sebuah rankaian untuk mengehasilkan anak unggas melalui proses inkubasi yang melibatkan mesin dan menejemen manusia yang diterapkan dalam sebuah Hatchery.  
Alur penetasan berbentuk skema:

  1. Egg recive: penerimaan telur HE dari farm ke hatchery , Grade out, good quality HE,  HE select, pengkodean,  fumigasi.
  2. Cooling room:temperatur, kelembaban,  labeling, penimbangan sampel, QC, Fouging.
  3. Prewarming: in or out macine, temperatur 250c.
  4. Incubasi: mesin setter, temperatur, kelembaban, ventilasi, sanitasi, turning, lama inkubasi 450-456. Setting point
  5. Transfer: infertil, fertil, expole dan mesin vakum
  6. Hatcher: temperatur, kelembaban, ventilasi, sanitasi, kelembaban semu (humiditi puncak).
  7. Pulchick: DISS, Culling, SC, HOF, grade, vaksin, delivery
  8. Limbah: cangkang, dis, culling, limbah cair.
Untuk menaikkan SC kita harus sangat memperhatikan early death yaitu kematian 1-3 hari, kemudian kita harus menyoroti lagi DISS.  Early death 3 hari akan masuk ke persentasi infertil .  orang hatchery biasanya hanya fokus pada DISS  sementara peluang yang sangat terbuka untuk diperbaiki ada pada early death.

SC merupakan point yang dijadikan sebagai acuan profit, namun untuk menampilkan performance sebuah HATCHERY yang dipergunakan adalah Hatching  Of Fertil. 
Post a Comment