Wednesday, 9 February 2011

kulit kopi siborongborong 2

ABSTRACT
An experiment was performed in an elevated sheep barn belongs to the Ngudi Raharjo farmers association at Pagergunung Village, Pringsurat Sub-District, Temanggung District. The experiment demonstrated the inclusion of the coffee pulp and hull (CKP) in the adequate feeds for sheep for 14 weeks fattening period. The purpose of the study was to confirm the utilization of CKP in feed for sheep to overcome feed limitation during dry season. The present experiment employed 24 male local breed sheep having initial body weight of about 18.71 kg. The sheep was penned individually and randomly fed either one of the three experimental diets namely AD-Kuat1; AD-Kuat2 and Traditional feed. The AD-Kuat1; AD-Kuat2 diets contained CKP, dried cassava tuber, elephant grass (Pennisetum purpureum), calliandra (Calliandra calothyrsus) and glerisidia (Glerisidia maculata), which were formulated to provide a daily intake of 560 g dry matter, 6.8 MJ metabolisable energy, and 57 g of crude protein. Whereas, the Traditional diet contained 6 kg of elephant grass and 0.5 kg fresh cassava tuber. The study used Completely Randomized Design with 8 replicates/treatment. Results showed that, inclusion of 200 g CKP in the diet did not render lower growth rate of the sheep (44 g versus 43 g/d, for sheep receiving AD-Kuat2 and Traditional diet, respectively). However, the sheep fed AD-Kuat1 diet tended (P<0.06) to grow (62 g/d) faster than the other two groups of experimental animal. In conclusion, CKP can be used as a feedstuff for sheep to overcome feed limitation problem during dry season at Pagergunung Village, and an introduction of 200 g of CKP in the diet is save for the animal.
Key Words: Coffee Pulp And Hull, Sheep, Fattening, Adequate Feed

ABSTRAK

Suatu penelitian dilakukan dalam satu kandang domba milik Kelompok Tani Ngudi Raharjo di Desa Pagergunung, Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Penelitian ini mendemonstrasikan penerapan penggunakan limbah kulit kopi (LKP) sebagai komponen dalam formula pakan seimbang (adequate feed) untuk penggemukan domba selama 14 minggu. Tujuan penelitian adalah untuk konfirmasi manfaat LKP sebagai komponen dalam mengatasi masalah kesulitan pengadaan pakan. Penelitian menggunakan 24 ekor domba lokal jantan berbobot awal rata-rata 18,71 kg, yang ditempatkan secara individual dan dialokasikan secara acak ke dalam salah satu diantara tiga macam pakan percobaan. Percobaan ini menggunakan pakan AD-Kuat1, AD-Kuat2 yang tersusun dari LKP, ubi singkong kering, rumput gajah, daun kaliandra dan daun glerisidia, dan pakan Tradisional yang mengandung rumput gajah + ubi singkong segar. Pakan AD-Kuat1 dan AD-Kuat2 (masing-masing mengandung 100g dan 200g LKP) disusun untuk memenuhi kebutuhan energi metabolis (6,8 MJ/hari), protein tercerna (57 g/hari), dan konsumsi bahan kering 560 g/hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan 8 ekor domba/perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa introduksi 200g LKP kering dalam susunan pakan tidak berpengaruh negatif terhadap pertambahan bobot hidup ternak domba (rata-rata 44 g versus 43 g/hari, masing-masing untuk yang menerima AD-Kuat2 dan pakan Tradisional). Walaupun demikian, ternak domba yang menerima pakan ADKuat1 rata-rata tingkat pertumbuhannya (62 g/hari) cenderung (P<0,06) lebih tinggi dari pertumbuhan ternak yang menerima kedua pakan lainnya. Kesimpulan hasil percobaan ini adalah bahwa LKP dapat digunakan untuk membantu mengatasi kesulitan pakan ternak domba di Desa Pagergunung. Introduksi 200g LKP dalam pakan masih aman bagi ternak domba.
Kata Kunci: Limbah Kulit Kopi, Ternak Domba, Penggemukan, Pakan AD-Kuat
Sumber : Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005
Post a Comment