Sunday, 23 December 2012

Mengingat Sandi Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela 22 Desember Natal Anak Samosir di Undip Semarang.


Mengingat Sandi
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

22 Desember Natal Anak Samosir di Undip Semarang.
Awalnya saya berberat hati datang ke natal itu. Saya berpikir bahwa itu hanya untuk anak-anak samosir saja padahal saya bukanlah anak samosir melainkan anak Siborongborong.  Saya berusaha membulatkan hati agar mengikutinya.

Kedatangan ku ternyata membawa pelajaran hidup yang sangat berharga.
Malam perayaan natal kali ini saya tersentuh lagi dengan perkataan bang Piter.  Melekat tajam di hati dan pikiranku “aku tidak ingin diingat, sekali lagi jika mereka ingin mengingat saya, saya rindu mereka mengingat Tuhan dan mereka berberbuah”

Kalimat itu sudah kedua kalinya saya dengar akan tetapi beliau mengatakan perkaaan ini berkali-kali dengan menyebutkan namaku “ Sandi tidak ingin diingat, sekali lagi jika sandi ingin diingat oleh mereka, sandi rindu mereka mengingat Tuhan dan mereka berbuah”

Perkataan itu membuat saya terharu, sayangnya air mataku tetap saja meniris ke dalam hati, sama sekali tidak keluar melalui mata.  

Saya memutar balik kalimat itu dengan keadaan ku yang sekarang.  Saya tidak ingin diingat di Peternakan, sekali lagi jika mereka ingin mengingat saya, saya rindu mengingat Tuhan dan saya berbuah dari peternakan.
Tanda tanya besar yang terlintas beberapa kali dipikiranku adalah, bagaimana caranya berbuah dilingkup pengaruh saya?  Mengapa sekarang saya berjalan mundur dari kebaikan yang sudah aku bangun satu setengah tahun lalu?

Jawabannya adalah perubahan sikap dan perilakuku untuk tahun yang baru nantinya.
Terimakasih.....
Post a Comment