Friday, 22 February 2013

1001 sahabat Septiani Putri Analore Nababan. “mencari sahabat yang terhilang” Oleh : Sandi Suroyoco Sinambela (Ocoy)


1001 sahabat Septiani Putri Analore Nababan. “mencari sahabat yang terhilang”
Oleh : Sandi Suroyoco Sinambela (Ocoy)
Ocoy adalah sebutan nama saya oleh teman mahasiswa.



Para sahabatkulah yang membentuk ku menjadi dewasa seperti ini. Sahabat membangun bunga hidup ku.  Karna itulah mengapa saya tidak akan lelah mendeskripsikan seorang sahabat.

Aku tak tau sebabnya mengapa aku mencari sahabat-sahbat yang sudah lama terhilang.  Kini saya ingin mengenalkan kembali sahabat SMP saya. 

Mengingat kembali kejadian yang lampau memang bukan hal yang mudah, tetapi inilah kekuatan seorang sahabat yang terisi energinya setelah sebuah flas back.  Saya mencoba sekuat tenaga bahwa semua yang saya ingat  adalah kenyataan dan kebenaran yang terjadi dahulu.

Dulunya dia adalah seorang ketua osis,  nama lengkapnya tak sedikitpun lupa dari benatku ”Septiani Putri Analore Nababan.  Dia adalah orang yang galak dan pemarah  tetapi dibalik itu dia sungguh baik dan dia adalah orang yang tegas. Saat itu berdasarkan pengamatanku dia lumayan disegani loleh temannya karna takut dia kesinggung. Tetapi buatku itu wajar saja. 

Kelas 1 SMP dia di kelas VII-2 kemudian pindah ke kelas ku VII-3. Dia ulet belajar, kerajinannya membawanya pada sebuah prestasi yang lumayan baik di kelas itu.  Kelas VIII diapun masuk ke kelas unggulan.  Persaingan didalamnya memang sangat tinggi, sankin ketatnya persaingan, dia tidak masuk juara 5 besar lagi.  Dia memang tidak mendapat juara tapi tetap saja dia adalah anak yang rajin mengerjakan tugas PR, dulu kalau gak salah mata pelajaran yang disukainya adalah “Bahasa Inggris”. 

Hal ini mungkin saja tidak akan pernah kulupakan.  Seorang Putri adalah seorang ketua osis di sekolahku. 

Dia sangat sering menawarkan makanan kepada ku, tak sering saya menerimanya, hanya beberapa kali saja, yang pasti lebih sering saya menolak tawarannya, kala itu saya orang yang pemalu dan tertutup.

Sejak lama aku mencarinya entah kemana perginya, dulu kabar angin yang saya dengar dia sekolah di Balige.  Entah benar ato tidak saya tidak menelusuri lebih dalam.

Kepergiaanya dahulu tidak meninggalkan jejak.  Aku harus jujur dan sejujur-jujurnya. Saat aku membuat akun FB yang pertama sekali aku cari nama teman di pencarian adalah “ Septiani Putri Analore Nababan.  Bahkan dewasa ini saya juga mencarinya di tweeter nama itu. 

Ternyata pencarian saya ketemu pada tanggal 20 febuary oleh bantuan salah satu teman SMP saya juga.  wajahnya memang sudah terlihat aneh bagiku akan tetapi masih banyak kemiripan. Saat saya melihat fotonya dari fb dia bersama kesasihnya.  Saya adalah seorang sahabat semoga  hubungan mereka semakin membaik.  Seorang sahabat adalah orang yang mampu menerima, bukan mampu mengubah

Rasa penasaran itu selesai sudah.  Sekarang saya tau dia berada di tempat kedua orang tuanya di pekanbaru, dia sekarang menempuh perkuliahan di Stikes Maharatu.

Ini adalah rahasia yang harus saya beritahu pada dia semoga dia memaklumi ini.

Mengapa ketika SMP saya suka lari pagi?
Salah satu alasannya untuk lewat dari rumah dia.
Apakah saya berharap saat saya lari pagi dia ada di depan rumah atau di jalan?  Jawabannya IA
Siapa orang yang sewaktu-waktu me misscall kerumah nenek nya adalah AKU

Memang dengan berat hati aku harus mengatakan ini, akan tetapi lega rasanya kalau dia membaca ini.  jika aku tidak memberitahukan ini maka aku akan merasa bersalah.

Masih ingatkah dia dengan lagu sani? Yang dia nyanyikan di depan kelas dengan lirik sandi?  Kau tak sempat tanyakan aku cintakah aku pada ......

Itulah sebuah Goresan hati lantas saya mengaku-ngaku bahwa aku adalah sahabatmu yang dulu mengenalmu lebih dari yang engkau bayangkan.

Terimakasih saya ucapkan atas segala kebaikan yang dia berikan kepada saya. 

!Seorang sahabat bisa salah tapi tidak boleh bohong! Aku hanya mau bilang aku masih sahabatmu yang dulu.

Dari tulisan ini, saya mendapatkan pelajaran hidup.  Siapapun orangnya, selama apapun dia tidak bertemu lagi dengan  ku “aku akan selalu ingat”  karna dulu dia memang memberiku kesan.  Kesan yang dulu ternyata berarti sampai sekarang.


akhir akhir ini saya mencoba menghubungi dia. lewat sms, kata kata yang sering muncul: apa sehh..
dan bla bla bla.  

baru kali ini saya mendapat respon yang kurang baik dari seorang sahabat.  tapi itu saya anggap hanya bunga bunga hidup saja. itu adalah sebuah proses yang harus saya harus lalui.  setelah saya mencoba beberapa kali ingin berkomunikasi tapi hasilnya sangat tidak welcome..... lantas saya mendapat pelajaran hidup lagi dari kejadiaan itu.  BISA MUDAH TAPI GAK BISA GAMPANG. 

saya masih menunggu dan saya masih tetap berdoa agar dia nantinya terbuka hatinya untuk membaca artikel kecil ini. 

kalau pun dia tidak merasa ada kesan, tapi sesungguhnya saya sebagai sahabatnya saya dahulu mendapat kesan. 

jika memang dia tidak ingin mengetahui ini, saya ingin ada orang yang meyampaikan ini, tetapi bukan saya secara langsung.




ini adalah lembaran barunya,,,



Jika dunia kini sudah berubah.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.

Semoga ia secepatnya mengerti.  Dulu aku sangat tergila-gila padanya.  Kini aku harus mengingatnya kembali, dan inilah tahun ke enam dari awal mula kisah ini.
,,Jika dunia kini sudah berubah,,

Ijinkan aku membuktikannya, waktu itu, waktu hanya sekejab saja sehingga aku tak sempat mengatakan.  Dulu aku terlalu lugu sehingga dulu namamu hanya kuteriakkan dalam hatiku saja. Bahkan sebelum tidur saya selalu menggores namamu dalam pikiranku agar kau hadir dalam impiku. Dulu keadaan itu menjemukanku sehingga seperti ini.

 Terkadang titik sepilah yang mengajakku kembali menuliskan inisial SPAN itu. Nama lengkap mu itu.

Jika engkau meminta aku untuk menceritakannya sekarang aku sudah mampu.

Dulu jika engkau tau ambisiku.  Aku yakin engkau akan tersenyum tersipu dihadapanku hingga saat ini.

Setelah aku tau keberadaan mu.  Sekarang bukan waktu yang lama 6 tahun bagiku.  Nurani iringi pikiranku ternyata warna hidup yang pernah engkau tunjukan kepadaku kembali terang sehingga menuntunku kembali. 

Mungkin engkau selalu menduga diriku sudah tertutup oleh awan hitam. Ternyata salah!
Sekarang hayatilah laju gerak ku pasti engkau akan segera mengerti.  Jika pun aku berhenti dan duduk, aku pasti duduk paling depan di hadapanmu, maka untuk itu bukakan pintu bagiku untuk mengisi kekosongan hatimu.  Jangan biarkan aku harus masuk lewat jendela.

Memang aku harus akui aku dulu sempat bersembunyi dari kekuatan hati yang telah terbangun sebagai pilar cintaku. Sempat mencoba berlari untuk lebih menjauh, sekali lagi saat titik sepi aku malah kembali lagi dan merenung dan mencari. Dimana dirimu.

Aku harus katakan lagi padamu. Jangan hentikan..
Kalaupun engkau harus bersembunyi, bersembunyilah dalam hatiku.  J



100 hari saja
ini sambungan ceritamu,,,, dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi..... satu pinta ku jangan coba kau tanyakan lagi. 
 sekarang aku mengerti mengapa dulu aku tidak mengatakannya. itu karna dulu kau pemberani tapi sekarang kau sudah dikalahkan ketakutan dan ketidak percayaan. 





Sesaat hanya 100 hari saja
Oleh: sandi suroyoco sinambela

Tampaknya tidak adalagi yang disesalkan,,,,,
Terlihat seribu duka tangismu
Mengapa harus aku yang ke seribu satu?

Jika dirimu tidak berbicara
Aku hanya bisa menerka suara deraian angin riuh di hatimu
Dari dulu aku sudah bilang jangan pernah lagi simpan serpihan bara api itu.
Hatimu hangus begini aku tidak bisa berbuat apa apa!
Hingga pada akhirnya aku hanya seorang sang penghibur yang tak berarti

Bukankah dulu kau yang sebut-sebut namaku?
 Lalu mengapa sekarang kau yang bersembunyi?
Apakah aku hanya pelarian saja?

Harusnya kau sadari
Aku tidak pernah memaksakan diri untuk mencintai
Tapi ini lah sikapmu.
Seperti, kau tidak mengawali dan mengakhiri.
Sesaat hanya 100 hari saja aku memilikimu, namun akhirnya tidak keindahan yang akan kita kenang

Sandi suroyoco memang seperti ini.


Api diatas kertas putih
By: Sandi Suroyoco Sinambela

Kau permainkan api diats kertas putih
Sisi putihku menjadi hangus gelap tak ada guna
Ikrar yang ku ukir  di robohkan saja olehmu
 Mungkin aku hanya sang penghiburyang tiada gunanya saat kamu merasa bosan
Belum sempat aku menuliskan banyak hal diatas kertas putih itu
Yang terjadi cerita itupun ikut membara menjadi abuyang sudah tertiup angindan sisanua terhanyut  oleh air
Aku harus berlapang dada menerima keadaan yang memanas ini
Mungkin jika aku hidup lama sampai tua renta, satu abadpun memori ini akan terbaca jelas oleh mata hatiku
Rasanya jarimu mencengkram hatiku hingga tercabik dan remuk
Hayalkupun ikut terkaramkan, cita dan tujuankupun sirna sudah
Bersiaplah utuk menuai apa yang kau tanam
Orang yang menghianati akan dihianati juga karna dunia akan berputar.

Mungkin kau seolah tak tau apa yang telah kau lakukan
Tapi kali ini mungkin saja tangisanmu bukan air mata tapi air hati.


Kau yang pergi bukan aku
Oleh: sandi suroyoco sinambela

Hanya Tuhan yang bisa melihat dan mendengar suara hati ini.

Kau kini bersembunyi..

Padahal aku sudah melukis wajahmu dengan lagu.  Apakah alunan nada lagu ini sudah terputus putus dengan tangisanmu yang hadir bersamaan.
Berat rasanya untuk mengakhiri malam ini... 10 Agust-13  pukul; 20.49 JEJAKMU tercium!
Detik yang lalu baru saja aku mengerti bahwa kau telah menoleh kembali masa lalumu.  Sebenarnya itu tak masalah bagiku, tapi bersifatlah lebih dewasa!  Jika memang dulu hatimu mengatakan YA maka saat ini saat aku sudah tau, katakanlah TIDAK dengan begini tidak ada lagi yang perlu disesalkan.  Kita akan belajar bahwa cinta tak harus memiliki.

100? Saat itu aku sudah mengerti bahwa kau tak mungkin lupakan.
Sekarang aku tidak mampu lagi memandang warna hidup, karena sudah selama ini aku mempertahankan goresan nama SPAN ternyata dengan cara monyet monyetan kau menanggapinya.  Simpanlah ketulusan hatiku itu, layaknya rajutan benang di bajumu.

Kau bagi hatimu selama 100 hari bukan?

Sekarang aku mengerti kau membiaskan cahaya panas untuk menghindarkan ku karna mungkin kau menganggapku sebagai sang pengacau saja.
Saat mataku membuka besok, aku akan menunggu berputarnya roda hidup.  Siapapun pasti akan datang dan akan bertahan.

Teguhkan hatimu tidak usah memikirkanku, karena aku hanya sebagai pengobat pilu saat kau meneteskan airmata.
Tak pantas lagi aku mengingatmu, Itu dulu! sekarang sudah, kau yang pergi bukan aku.
 
Post a Comment