Monday, 21 November 2011

Gembalakanlah Hatimu Kearah Padang yang Sejuk

Gembalakanlah Hatimu Kearah Padang yang Sejuk Sering kali aku bertanya didalam hati tentang apa arti dari kehidupan ini, tiba-tiba kata-kata ini metasuk tajam di lintas pikiran ku Gembala dan Padang. Gembala adalah orang yang menuntun ternaknya pada rumput yang hijau dan berharap supaya ternaknya kenyang pada padang penggembalaan itu dan tak satupun pengembala itu membiarkan ternaknya kelaparan. Ternak itu akan dituntunnya juga pada sumber air yang sejuk dan menghilangkan dahaga ternak-ternaknya. Aku adalah seorang sarjarna peternakan sebelum aku menggembalakan ternakku sudahkah aku menggembalakan hatiku? Sudahkah aku menuntun hatiku kearah sumber air yang jernih atau masihkah aku berada di atas kubangan hingga aku hanya dapat menelan air liurku saja dengan hati yang kian lama memanas seperti bara api? Ambisimu bukanlah hanya fana tapi adalah sebuah realita yang akan membawamu kearah kesuksesan. Kapan kita mengubah pola hidup yang hanya berandai-andai dalam penjara hati yang sebenarnya tidak terkunci sama sekali bahkan pintunyapun sudah terbuka lebar dan menantikan langkahmu yang penuh semangat juang. Lepaskanlah benang yang membelit di kakimu itu dan berjalanlah kearah padang yang sejuk baringkanlah tubuhmu diatasnya, hiruplah oksigen sebanyak mungkin dan lepaskan CO2 yang menghambat respirasi kehidupanmu lepaskan kearah rumput-rumput itu. Lakukanlah revisi dalam hidupmu tentang sebuah kesalahan-kesalahan yang selalu tembok penghalang untuk kesuksesanmu. Hidup ini adalah pembelajaran setelah engkau menggembalakan hidupmu dan mengarungi semua padang itu liku dan rintangan yang telah engkau alami adalah buku pemandu yang akan memandumu kearah yang tepat. Tempat-tempat yang di penuhi duri penjerat akan kau lalui dan jurang yang telah pernah menjebakmu akan engkau hindari dan bahkan kamu pasti bisa menghilangkan jurang, membuat jembatan raksasa yang menyelamatkan sahabat-sahabatmu juga. Bersambung….. aku sandi si penggembala sapi
Post a Comment