Sunday, 11 March 2012

Saat aku siap dan saat aku mampu


Saat aku siap dan saat aku mampu

Saat aku siap aku seperti terbawa angin menghadapi kompetisi ini.
Kakiku seperti tidak ada gesekan, hanya mengais dan sangat cepat sekali aku berlari.
Begitu juga halnya dengan penaku, seperti tidak aku yang menggerakkannya.
Menggores lembaran perlahan demi perlahan hingga tertulis rapi dan indah dan sangat bermakna isinya. Ketika aku merasa mampu dari beribu lawan sepertinya aku hanya menghadapi satu lawan saja. Mentalitas yang seperti terbuat dari bangunan baja itu tak tergoyahkan angin dan sunami sekalipun.
Batu-batu raksasa yang menghalangi jalanku ku geser hanya dengan tangan saja seperti memindahkan kursi saja. Angin hitam itu ku hembus saja sampai bersih dari langitku.
Saat aku siap dan saat aku mampu aku sangat KUAT

by: sandi suroyoco sinambela

Post a Comment