Thursday, 14 March 2013

Saat di Seminar Ketahanan Pangan Dan Pakan Nasional di fakultas peternakan dan pertanian undip


Saat di Seminar Ketahanan Pangan Dan Pakan Nasional.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Awalnya semangat 45 saat mengikuti sebuah seminar nasional Ketahanan Pangan Dan Pakan Nasional. Duduk manis dengan wajah senyum dan ternyata lama-lama wajah saya menjadi buram.

Saat melihat daftar pembicara seminar nasional “Ketahanan Pangan dan Pankan Nasional” awalnya  saya sudah tidak bersemangat.  Saya seorang anak peternakan, mengapa yang menerangkan hal pertanian dan peternakan terhadap saya adalah seorang dokter hewan.  pastinya saya sudah sangat mindar. 

Beliau termasuk sangat ahli dalam presentasi. Staf ahli mentri pertanian Dr. Prabowo  Puspatiyo sebutannya.  Yang saya tangkap dari setiap lantunan perkataannya hanyalah rasa nasionalisme saja.  Saya merasa sakit hati saat beliau masih menggambarkan suatu keterikatan sistematik oleh jabatannya.

Saat itu saya sudah mengerti mengapa beliau masih sangat tertutup?  Mungkin beliau merasa ikut gagal dengan rencana swasembada pangan.  Alasan  saya mengatakan demikian karena Indonesia selalu saja digembor-gemborkan dengan kenaikan ekonomi 6 - 7%, akan tetapi itu hanya dalam sektor telekomunikasi dan industri minyak.

Marilah kita membaca kembali kebikakan pemerinta Swasembada daging 2014 saya yakin hati anak peternakan akan terbakar.  Tiga kali aja kita membacanya pasti mata akan memerah dan akan berkaca-kaca.

Anak pertanian dan peternakan harus tau imformasi ini.  Dinaiknya ekonomi itu ternyata malah terjadi penurunan diranah pertanian dan peternakan. Hati saya miris.

Bukankah keadaan ini adalah sebuah tragedi memiskinkan orang miskin?  Mari kita hitung para pengusaha di Indonesia dengan jari kita  pasti masih cukup.  Namun hitunglah berapa petani di Indonesia....  mengapa malah mereka yang terpuruk?  Lalu saya menyimpulkan kesejangan saat ini sudah merajalela.

Kita seorang yang akan dikatakan Ahli dalam bidang pertanian dan peternakan apa tanggapan kita? 

Mengubah paradigma?  Kita jangan menjadi bungkam...
Mengapa kita tidak berpikir memperbaiki paradigma saja?  Kalau kita mengubah, bukankah kita malah harus memulai dari nol lagi? Lalu kapan tercapainya kalau setiap saat diubah?


Inspirasi yang saya dapatkan dari hati yang galau saat itu adalah:

1.      Mampukah Indonesia membuat BUMN yang berbasis PETERNAKAN?

2.      Apakah Indonesia punya kapal kandang yang sebetulnya sangat dibutuhkan untuk pendistribusian ternak dari daerah yang lumayan jauh?

3.      Mampukah pemerintah yang berada didirjen Peternakan merekrut 80% pegawainya sarjana peternakan saja? “kalau dasarnya sudah salah bagaimana kebijakannya bisa benar?”  jangan menunggangi sapi untuk menangkap sapi, tetapi tunggangilah kuda untuk menangkapnya.

Apa anak peternakan tidak mampu masuk ke ranah pemerintah?  Makanya KKNS seharunya dihapuskan terlebih dahulu.....

Terimakasih atas pemaparan oleh bapak staf ahli mentri Petanian yang ternyata menyadarkan saya dengan keburukan diriku di ranah PETERNAKAN,,

Seorang Sandi Akan bisa masuk keranah itu....
Salam hangat dari pemuda yang belajar peduli masyarakat

“Peduli Diri sendiri seharusnya peduli masyarakat jua”
Post a Comment