Wednesday, 21 May 2014

puisi BS. Cinta Bergejolak.


Cinta Bergejolak.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.

Kancah perang menaklukkan hati
yang berperang tidak mau mati
Oposisi
Ada saja yang tidak mau mengerti
Koalisi tidak mungkin terjadi
ini adalah peperangan HATI
Bukan puncak ambisi-ambisi
sempit cinta
hati melemah oleh diktasi
bukan alasan yang kuakui
dukungan? tidak.
dikari diri sendiri
paradigma tak dipenjara hati
kekang hati tak dikunci
Aku berusaha melucuti tak percaya diri sendiri
cinta mutlak kumiliki
tak bisa ditawar-tawar lagi
yang merebut kueksekusi
dengan setia kuat hati
harus kulakukan
yang ku anggap benar
tak harus bombardir orang lain
benteng pemisah segera robohkan
tak peduli serbu menerjang
pertentangan memang frontal
solusi?
kubu-kubu hati saya satukan dengan tujuan
tenaga hati memimpin di depan
Akulah otoritas
kekuatanku penuh menaklukkan
tidak hanya cerdas mewujudkannya namun visi yang dulu ditancapkan
seperti ranjau menyambut sasaran
sasaranku adalah cinta yang akan kukendarai
yang dimenangkan dengan damai
akan menjadi abadi
segera
menangkan cinta

Editor: suhu Haihai Bengcu

Friday, 9 May 2014

GIOVANI... SEMANGATT!!!!! aku ora popo


Untuk GIOVANI...  SEMANGATT!!!!! 
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

Saya jadi teringat tragedi malam dalam karya ini.  seorang sahabat penelitian saya yang menggalau tingkat ratu.
21-9-2013, 01.25

Jalan terus,

Vani sebenarnya sudah memimpin diri sendiri untuk tetap melangkah dan menyelesaikan tanggung jawab dengan baik.

Terus melangkah, Terus melangkah, Terus melangkah, Terus melangkah, Terus melangkah, Terus melangkah, TINGGAL 3 langkah lagi.

Ayo !!! don’t give up......

Jangan siasiakan kesempatan ini.  BIOGAS BUKAN?????!!!!! Lihatlah kebelakang start sudah sangat jauh,  vani sebentar lagi akan finis.

Aku percaya vani bisa.

Kami yakin vani adalah orang tepat untuk kami andalkan. Kami yakin yang vani lakukan adalah hal terbaik vani....

Yakinlah pada dirimu sendiri.  Adakalanya saat kita membuka mata, dan saat itu yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Tuhan akan tunjukkan kebesaran dan kuasanya Saat ini juga.. jika VANI PERCAYA DIRI, berpikirlah semua akan baik baik saja.

Disaat OCOY mengecewakanmu, dan membuatmu sedih dan emosi.  ITULAH SAAT KETIKA VANI HARUS MENGINGATKAN DIRI SENDIRI, bukan malah lari dan fustrasi dengan guyuran air mata. Untuk tetap fokus pada tanggung jawab dan keyakinan VANI sendiri.

Akan ada perubahan dan tantangan yang harus kamu hadapi hingga ada hasilnya.

SKRIPSI BIOGAS BUKAN?  Bagaimana menerimanya terserah Vani.

Tetaplah jaga dirimu pada arah yang tepat untuk menjaga arah tujuan VANI.
Memang tidak semudah membalikkan tangan, tapi masa yang sulit itu akan membentuk karaktermu sendiri.  AKAN MENYADARKANMU TENTANG JATI DIRI YANG SESUNGGUHNYA.
Jadi jika hari-harimu dipenuhi orang orang egois, janganlah berhenti sampai disini. TANGGUNG JAWAB YANG MEMBEBANI  HARUS SEGERA GIOVANI TUNTASKAN DENGAN SEMANGAT 45
INGAT UNTUK TETAP YAKIN PADA DIRI SENDIRI  DAN SEGALA YANG INGIN KAMU RAIH DALAM HIDUPMU.

SEMUA TANTANGAN DAN PERUBAHAN YANG VANI DAPATKAN DI KANDANG YANG KOTOR INI AKAN MENUNJUKKAN KEPADA VANI bahwa tujuan yang ingin kamu raih memang diperuntukkan untuk  MU.

BIOGAS   BUKAN?  ITU ADALAH PILIHAN YANG DIPERUNTUKKAN UNTUK VANI DARI GOD

hidup memang tak semudah cocot sandi ocoi

Trias politika Batak

Oleh Sandi Suroyoco Sinambela

Pemerintahan Indonesia melakukan pemisahan kekuasaan  agar tidak ada penyalahgunaan kekuasaan,yaitu  legislatif, eksekutif dan yudikatif

konsep trias politika ini sudah diterapkan nenek moyak suku batak sejak lama, sampai sekarang juga masih eksis. dalam bahasa batak trias politika adalah "Dalihan Na Tolu" yaitu Hula-hula (tulang), Dongan tubu, dan boru. 

• Somba Marhula-hula di artikan sebagai legislatif
• Manat Mardongan Tubu  diartikan sebagai yudikatif
• Elek Marboru diartikan sebagai eksekutif

prisip trias politika batak ini lah yang menyebabkan darah batak sangat tertarik dengan yang namanya HUKUM.  orang batak sangat banyak yang menjadi pengacara, bahkan perkuliahan jurusan hukumpun banyak diisi oleh orang batak. 


Menpan senang pertanian ditinggal

Ranah Pertanian dipandang sebelah mata.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

BPS terbaru melaporkan bahwa sektor pertanian turun 0,68%. 
Menteri pertanian menanggapinya agak sedikit aneh. "Saya kira malah bagus," kata pak Suswono. 

saya ini adalah anak petani kecil, jadi sedikit banyak suka dan duka di bidang pertanian sudah saya rasakan. 

Realita yang saya lihat dikalangan petani bahwa mereka berhenti bertani karena mereka menjual lahan pertanian yang mereka miliki. Biasanya yang membeli ladang mereka adalah para pengusaha. 

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah lahan yang dibeli pengusaha itu akan dijadikan menjadi lahan pertanian? jawabnnya belum tentu. 

Kebanyakan lahan yang dibeli pengusaha itu akan di jadikan menjadi bagunan.  sehingga jelas    petani berkurang lahan pertanian juga berkurang. 

Apababila pak mentan senang dengan pengurangan jumlah petani ini bukankah artinya beliau setuju dengan pengurangan produksi pangan?

Saya pikir kalimat beliau yang mengatakan "senang" itu sudah melanggar metode ekonomi Kerakyatan yang sudah kita jungjung tinggi. 

Dipandang sebelah mata, saya tidak ingin pihak asing menatapnya bagai mata rajawali.  ujuk ujuk nanti pemerintah memberikan perusahaan asing yang ingin menanam padi di Indonesia. 
Dan jika perusahaan itu sudah sebesar Freeport maka indonesia menangis... 

Masalah serius kog di anggap enteng,,, kita harus ingat perut garuda itu isinya apa., padi dan kapai itu tidak lebih kecil dari pohon beringin.  

Tolonglah  ranah pangan seharusnya menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan ranah yang lainnya.  

Friday, 25 April 2014

Calon Presiden yang akan saya pilih adalah Prabowo

Ingat saya bukan bayaran,

mengapa pak Prabowo yang akan saya pilih.
1. "Tidak ada pihak yang menyetir beliau" artinya sedikit hutang politik yang kan dibayarnya
2. "Persiapannya mantap"  terlihat dari program yang di canangkannya, lihat saja calon lain, programnya ujuk ujuk keluar saat kampanye  "SKS" sistem kebut  semalam
3. Pabowo itu memiliki nilai plus di bidang Pertanian, Perekonomian,dan Pertahanan
4. Prabowo itu "KERAS" dan "TEGAS" yang mau kong kalikong pasti mantullah


5. Prabowo tau "BETERNAK" lumayanlah untuk mengatasi kelangkaan sapi. 

Alasan ini tak seribet yang anda pikirkan karna saya hanya seorang yang bercita cita sebagai Petani Berdasi

jadilah orang yang realistis...

Wednesday, 23 April 2014

1001 sahabat. Pipit. KKN

1001 sahabat. Pipit.  KKN
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela



Merah mudamu memang sangat membara,  hingga saat ini aku masih mengingat kemarahanmu yang meledak-ledak (tgl 2 Februari 2014),

Tak dapat kau bedakan lebih keras kepalan tangan  daripada kokohnya tembok, kau pukul berkali kali.  Suara benturan tertusuk di telingaku,  saat itu aku persis di belakang tembok yang kau pukul. Saat itu juga aku yang tertahan kantuk tiba-tiba kaget.

Aku segera berdiri spontan,,, kog benturannya sangat keras?   ‘’’’ loh, loh,    ehh, ternyata Pipit lagi marah.
Aku tidak bisa melihat wajahmu, tetapi dari gerak kepalan tanganmu. Jari kakimu, gemetaran terhantam emosi yang meruah-ruah. Kepalanmu yang tumpul terlihat merah, sesekali kau regangkan, untuk menendang rasa sakit. Kepalanmu memang hanya sebatas bengkak, tapi sepertinya hatimu yang berdarah darah karna terbawa emosi yang serta merta membuatmu naik pitam.

Waktu itu, suaraku hampir kencang memanggilmu, kau hiraukan dengan keadaanmu yang memanas.tak dapat aku berkata apa-apa.

Semua orang terpantul yang mencoba meredam suasana hatimu yang sedang kacau, tapi setelah beberapa menit, senyumku agak pelit lantas melihat seorang pria tibatiba bercengkrama denganmu. Terlihat solah tak terjadi apa-apa.

Saat ini aku masih bertanya-tanya, masalah apa yang membuatmu ditunggangi emosi, menghiraukan kuatnya tembok dengan kepalan tangan.

Pelajaran hidup: terbuka akan lebih baik dari pada membiarkan hati kita meledak tak terduga. 

Tuesday, 22 April 2014

Prof Umi “Inspirasi sekolah diluar negeri”


Prof Umi  “Inspirasi”
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.

            Langkah yang sudah mulai melambat, tapi semangat salah satu guru besar ini belum juga berhenti.  Beliau masih mengajar dan rutin datang ke kampus.  Prof Umi sekarang  sudah berumur 68 tahun, tinggal dua tahun lagi beliau mengabdi  di Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP.

23 Februari 2014  jam 10.  Kala itu hanya saya duduk di kantin papi sambil mengopi, beliau keluar dari mobil dengan perlahan melangkah ke arah lab.  Entak kenapa beliau kembali memutar arah.  “mungkin ada beliau salah arah pikir ku”  saya tersenyum, maklum beliau sudah terlihat tua.  Ternyata dugaan saya salah!  Beliau dengan perlahan berjalan ke arah kantin.  Saya menyapa beliau dengan senyuman.  Beliau memesan mendoan (tempe goreng) dan kacang ijo. 

            Beliau langsung duduk di depan saya.  Beliau langsung melahap makanan itu.  Basa-basi saya menanyakan kabar beliau. Karna merasa nyambung, saya bertanya sekitar keluarganya.

            Beliau memiliki 3 anak, yang pertama adalah lulusan IPB ikut suami yang berkerja di BI.  Yang kedua adalah dokter gigi. Dan yang ketiga adalah lulusan Singapur sekarang bekerja disana “ ujar prof Umi. 

            Luar biasa bu! Itu jawabku. Setelah beliau bercerita tentang anaknya saya hanya diam.  Saya tersadarkan bahwa jenjang pendidikan yang emban sekarang ini tidak ada apaapanya di banding beliau. 

            Seolah sebutir pasir di pantai.  Saya belum pernah berhangan-angan punya anak sukses, mengecap pendidikan di luarnegeri. 

            Dari percakapan ini saya membuat cita-cita baru. “jikalau saya tidak ada kesempatan lagi untuk kuliah di luarnegeri setidaknya anak ku akan ku sekolahkan disana, saya yakin Tuhan mengkehendakinya.  Saya ingin merubah nasip orang tua yang hanya sebatas petani kopi