Monday, 19 December 2011
Friday, 25 November 2011
Nunga Massai Humurang be Hasadaan ni Halak Batak
Nunga
mansai humurang be hasadaaon di halak batak
By: sandi suroyoco sinambela
Sanggar
nagantung diatasni simartolu
dang aha be
nasodung ditaon hita na mangolu
Sada
hata pamungka lao patujolo saarita na naeng sibaenonku tu angka dongan batak
HORAS........!!!!....
Hasadaon ni halak tarida do tu angka
saluhut suku, nang dohot pulau pe, pangangkuion ni halak Jawa, didok holan dua
do suku di Indonesia ima suku batak dohot suku non batak. Lapatanna didia pe
mansai torop do halak batak i. Jala Hasadaon i
do na mambaen hataridaan ni halak batak. Boasa ma ingkon hata
hasadaon na husaritahon di surat hon? Ima ala mansai malungun rohakku marpungu
sude halak batak na dipangarantoan. molo taingot tu sejarah penjajahan Nippon
dohot Belanda nang songoni inggris, boi kaluar sian tano batak ala sada roha
do, marsada dohot aceh, padang. Alai
nuaeng sipasahaton ku tu dongan dongan, boasa ma nunga mulai ta pamago tradisi
i. Hape sada alat do di hita molo rap hita marsiurup-urupan asa rap
sukses be hita di bidang ta masing masing. pamerenganku godang halak hita na
mambuat dalan sahalakna, dang
di parrohahon be donganna halak batak. Alani
i molo tung pe songoni ingkon tong ma hita hian masipasingotan. si naung balga
ma mamodai na metmet ihot mai pasingothon. Ni
durung siburincak Laos dapot pora-pora, Unang jolo hona
insak asa paubahon roha, ingkon ingot do hita tu angka nadenggan jala unang ma
nean marulak-ulak akka na suhar taulaon. Hita nadi pangarantoan ai sipata
mansai godang do parungkilon na ro tuhita gabe manutup simalolongta nang
songoni dohot rohanta laos mangulahon naso denggan. Di baheni dang ingkon jolo
hona incak asa paubahon roha taingot ma poda ni natua-tua jala taulahon. Unang ma dua songon daion ni tuak, na
alang paet alang sapot, lapatan na molo ngataulahon tanunuti ma dongan! Asa hasea
hita tu pudian ni ari. Hata parpudi na naeng sidohononku tu angka dongan ia pauk pauk hudali pago-pago tarugi, na
salpu taulahi na sala tapauli, mansai godang do ta ulahon nasala, ta padenggan mai
unang olo hita gusop tu godung nasarupa, molo adong dope na salpu naso taulahon,
taulahon ma muse dohot denggan. Mauliate ma dihita saluhutna.
Horas!!!!! Horas!!!!horas!!!!
Thursday, 24 November 2011
''''for my self''''Jangan biarkan ada rantai karbon lagi
Jangan biarkan ada rantai karbon lagi
Perkuliahan terlihat satai tapi
menjebak, aku selalu dinasehati kakak kelas ku demikian dan aku selalu
mengiakannya. Pertama-tama aku beranggapan bahwa menjadi mahasiswa peternakan
adalah mudah dan santai, pada akhirnya sekarang aku merasakan betapa sakitnya
semua pengalaman tugas ini ditambah lagi laporan yang membuat mahasiswa di
fakultas ku menyembunyikan tangisan didalam hati dimana aku harus membagi waktu
membuat laporan, revisi, tugas dari dosen, ujian, posttest, freetest, tiket masuk laporan dan LPJ pada dosen. Masa
orientasiku pada daerah jawa bukanlah yang mudah, terkadang aku kebingungan
sediri menyesuaikannya. Terkadang dosen itu mengajar menggunakan dengan menggunakan
bahasa jawa pada hal aku tidak tahu sama sekali apa yang di jelaskannya. Tak
heran aku hanya menganga bila dosen menerangkan memakai bahasa jawa. Tiba
akhirnya ujian aku kebingungan sediri. Teman-teman terlihat santai mengerjakan
soal yang diujikan aku selalu berusaha untuk belajar di kos agar aku dapat
menjawab apa yang di ujikan namun tetap juga hasilnya kurang memuaskan banyak
rantai karbon didalamnya. Setelah pengunguman nilai tiba aku sangat terpukul
sekali namun atas peristiwa itu aku menjadi belajar lebih keras dan giat lagi.
Bahkan aku terkadang menggunakan trik juga, dan terkadang aku menjadi membuat
kecurangan. Hanya untuk mendapatkan yang terbaik. Saat Aku merenungkan
semuayang kulakukan aku bahkan berpikir saya kuliah dan belajar sebenarnya
bukan untuk ujian tapi untuk mengetahui. Tapi semua menuntut bahwa anak kuliah
itu harus mendapatkan nilai yang bagus kalo bisa cumload apalagi arang tua
sangat menuntut itu. Terkadang aku bahkan merasa bersalah pada orang tua jika
ada nilai yang jelek. Aku dikirimi duit setiap bulannya dari kampung dan aku
tahu betapa susahnya mendapat duit sebanyak itu. Tidak menjadi alasan jika aku
menyalahkan tugas ato kegiatan yang ada di kampus, banyak teman yang sangat
padat jabwalnya di organisasi dan di perkuliahan tapi IPnya tinggi. Mengapa aku tidak bisa demikian? Lalu
sekarang aku menyimpulkan bahwa IPku akan tinggi bila aku belajar dengan giat
dan anak kuliah harus bijak!!!!
Tulisan ini saya
buat untuk perubahan pada pemikiran ku pada langkah kehidupan ku yang kurang
baik di dalam edukasi.
pakan ruminansia
Sandi Suroyoco
Sinambela : 23010110110031
1.
Rumput
1.1. Rumput
pangola (Digitaria Decumbes)
Rumput pangola di berikan pada ternak
biasanya pada umur15-28 hari dalam keadaan segar,57-70 hari, dan ada yang sudah
dewasa yakni yang diberikan adalah bagian aerial pada rumput tersebut.
Kandungan nutrisi dari rumput pangola adalah BK adalah 18%, abu 11.5% LK 3.3%
SK 31.9%, BETN 42.3 %. PK 11.0% Ca 0.33% P 0.17%.
1.2. Alang Alang (Imperata Silindrika)
Daerah Indonesia memang hampir semuanya
terdapat tumbuhan lalang ini. Bagi pertanian tumbuhan lalang ini merupakan
gulma bagi tanaman pertanian lainnya. Tanaman alang alang sangat cepat tumbuh
dan berkembang disamping daya adaptasinya tinggi alang alang mampu bertahan
dari cekaman iklim yang kurang baik. Komposisi kandungan nutrient alang alang
adalah BK adalah 23%, abu 8.3% LK 2.2% SK 35.7%, PK 2.8%. BETN 41.7% TDN 13%
PK 12.2% Ca 0.13% P 0.19%.
1.3. Rumput Gajah (Pennisetum
purpureum)
“Hay” rumput gajah adalah tanaman hijauan pakan ternak
yang terbuat dari rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang disimpan
dalam bentuk kering udara dan kadar air 20%-30%. Kandungan yang terdapat dalam
hay rumput gajah adalah BK= 16%, ME= 0,33%, PK= 1,8%, mineral= 2,5%, SK= 4,6%.
Komposisi rumput gajah berbeda–beda menurut hari panennya. Rumput gajah yang
dipanen pada 15–28 hari, komposisi nutrisinya adalah BK 16%; protein sebesar 11,4%; serat kasar 29,5%. Rumput gajah
yang dipanen pada 43–56 hari, komposisi nutrisinya adalah BK 17,5%; protein
9,3%; SK 32% .
1.4. Rumput Bintang Afrika (Cynodon
Plectostachyus)
Pemberian rumput pakan ini pada ternak berupa
daun, batang yag masih muda dan bagian aerialnya. Rumput bintang afrika
memiliki nurtrien BK adalah 22%, abu 11.6% LK 2.7% SK 27.7%, PK 15.6% Ca 0.13% P 0.31%.
1.5. rumput BB (B. brizantha)
Rumput B. brizantha mengandung 86%
BK, 3.0% abu, 0.6% BETN 88.5% SK 5.9%, dan 2.0% PK. Ca -. P -. Bahan pakan tersebut baik sebagai pastura atau dapat
diberikan langsung pada saat masih segar kepada ternak pada padang
penggembalaan.
2.
Legum
2.1. Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Tepung daun lamtoro merupakan daun lamtoro yang dihaluskan. Tepung daun
lamtoro mempunyai imbangan asam amino cukup baik dan kandungan karoten, vitamin
serta mineral terutama kalsium yang cukup tinggi dengan kandungan protein kasar
24% dari bahan kering. Lamtoro
mempunyai kandungan protein kasar 24%, kandungan lemak kasar 5.8%, serat kasar 14% dan 530 milligram β
karoten aktif per kg BK 86% BETN 46.2% ABU 6.3% Ca 1.40% P0.21%. Daun lamtoro dapat di jadikan
sebagai tepung daun lamtoro dapat
digunakan sebagai campuran ransum lebih lanjut untuk menaikkan kualitas ransum.
Segi produksi dan nilai gizi hijauan lamtoro cukup potensial, tetapi ada faktor
penghambat penggunaannya sebagai pakan karena adanya racun mimosine yang
merupakan senyawa asam amino dengan gugus alkaloid. Mimosine terdapat dalam
bagian tangkai daun, lembar daun dan biji sekitar 3-5 % dari bahan kering.
2.2. Gamal (Glyricidae sepium)
Gamal
adalah tanaman yang berasal dari Amerika Latin. Daun gamal dapat digunakan
sebagai pakan ternak, tanaman peneduh dan pembasmi alang-alang. Gamal merupakan
tumbuh-tumbuhan yang berukuran sedang atau berbentuk pohon kecil, batangnya
bercabang-cabang, pada cabang tumbuh ranting dan daun. Tinggi pohon gamal dapat
mencapai 25 m dan dapat dikembangbiakan dengan stek dan biji selanjutnya
dijelaskan bahwa ternak kambing dan domba umumnya menyukai gamal, tetapi selama
musim kemarau hampir semua ternak herbivora memakannya. Daun
gamal mempunyai kandungan 25% BK. BETN 48.6% abu, 8.4% ekstrak ater, 4.0% SK,
13.3% PK, 25.7% Ca 1.0%, dan mengandung racun komarin yang tinggi, saponin, dan
asam fenoleat dalam jumlah kecil, dan diberikan pada sapi maksimal 40% dan domba
75%.
2.3. Kacang
Merpati (Cajanus Cajan )
Kacang merpati tidak asing lagi bagi
para peternak, tanaman jenis legume ini memiliki komposisi nutrient sebagai
berikut BK adalah 19%, abu 7.9% LK
15.3% SK 27.9%, PK 21.6% Ca1.15%
P 0.22%. protein kacang ini cukup tinggi mencapai 21% dari berat keringnya.
2.4. Jerami
Kedelai (Glicine Max)
Kedelai merupakan legume yang sangat tinggi kadar
proteinnya. Kedelai memiliki dua potensi yang dapat di jadikan sumber
pangan dan pakan, dari bijinya dan jerami sebagai bahan pakan ternak. Jerami
kedelai memiliki kandungan nutrisi yaitu BK 86% Abu 9.3% PK 48.0% LK 5.7% SK
6.2% Ca 1.4% P 0.3% K 0.89%.
2.5. Kacang
bulu (Glicine Weightii)
Nama kacang
bulu di dunia peternakan masih jarang didengar, kacang bulu yang di jadikan
sebagai pakan ternak adalah bagian aerial kacang tersebut. Komposisi nutrient
dari kacang bulu adalah BK
29% PK 15.1%
LK 5.8% SK
16.1% Abu 5.8% Ca 0.046% P 0.09%.
3.
Macam Hijauan lain
3.1. Nangka
(Artocarpus Heteropyllus)
Nangka yang diberikan pada ternak adalah bagian
aerial,dang kebanyakan penggunaan daun mendominasi untuk ternak. Komposisi
nutrient yang terdapat pada nangka adalah BK adalah 16%, abu 25% LK 4.4% BETN
20% SK 38%, PK 12.52%.
3.2. Sukun (Artocarpus
Atilis)
Penggunaan sukun
memang sangat jarang bagi peternak namun pemakaian daging buah, sisa dari buah,
kulit buah dan pulp dapat kita temui di daerah daerah tertentu misalnya di Jawa
Tengah. Komposisi nutrient sukun ialah BK adalah 31%, abu 6.5% LK 5.9% SK 17.9%,
PK 16.9%. Ca 0.29%. P 0.42%.
4.
Macam Biji-bijian
4.1. Milet merah
Milet
merah berbentuk halus dan butiran, diberikan pada pakan
unggas seperti burung. Bagian biji
nutrisi milet merah 12,40% air; 11,12% PK; 3,99% lemak kasar, 8,11% serat
kasar; 61,18% karbohidrat dan abu 3,24%.
4.2.
Beras merah
Beras
merah merupakan sumber karbohidrat yang pada umumnya lebih banyak digunakan
untuk nahan makanan manusia sehingga jarang diberikan pada ternak. Susunan
zat-zat makanan beras merah adalah: 9,8% air; 8,9% protein, 77,2% Bahan Ekstra
Tanpa N; 1,0% serat kasar, 2,0% lemak dan 1,1% abu; kadar protein dapat dicerna
adalah 6,8%.
4.
Macam Sisa hasil penggilingan
4.1. Dedak Halus
Dedak merupakan hasil samping
penggilingan padi. Menurut jenisnya dedak padi dibedakan menjadi 4 macam yaitu
dedak kasar, dedak halus, dedak lunteh dan bekatul. Dedak kasar terdiri dari
pecahan kulit gabah yang masih bercampur sedikit kulit beras sehingga kadar
serat kasarnya paling sedikit 25 %. Dedak halus terdiri dari pecahan kulit
gabah tetapi lebih banyak tercampur kulit beras sehingga kadar serat kasarnya
paling sedikit 20 %. Dedak lunteh terdiri dari sedikit pecahan kulit gabah dan
cukup banyak campuran kulit beras sehingga serat kasarnya kurang dari 12 %. Bekatul
terdiri dari campuran sedikit sekali pecahan kulit gabah dan banyak kulit beras
sehinnga serat kasarnya kurang dari 6 %.
Dedak dapat digunakan hingga 30 % dari total
formula ransum. Penggunaan dedak halus
sampai30 % dalam ransum tidak mengganggu pertumbuhan dan dapat mengurangi biaya
produksi. Dedak halus dari dalam campuran ransum ayam berkisar antara 20-30 %
dan kalau kualitasnya benar-benar baik maka dapat dipergunakan sampai 35 % atau
lebih. Dedak padi dapat menggantikan jagung sebagai sumber energi dalam ransum
sebanyak 50 % tanpa mengganggu penampilan serta kualitas karkas. Dedak kasar
yang sungguh-sungguh kering mengandung rata-rata 10,6 % air; 4,1 % protein;
32,4 % BETN; 35,3 % serat kasar; 1,6 % lemak; 16 % abu, dengan kadar protein
dapat dicerna 2,8 % dan martabat patinya 19 %.
4.2. Bekatul
Bekatul terdiri dari
campuran sedikit pecahan kulit gabah dan banyak kulit beras sehingga serat
kasarnya kurang dari 6%. Bekatul sering dipakai untuk komposisi pakan ternak
unggas. Bekatul disebut bahan baku sumber energi, tetapi serat kasarnya relatif
tinggi, maka dalam praktek penggunaanya berkisar 10–30%. Bekatul mengandung 15%
air, 14,5% PK, 48,7% bahan ekstrak tanpa N, 7,4% SK, 7,4% LK, dan 7,0% abu.
5.
Macam Pakan sisa industri
5.1. Limbah pengalengan
nanas.
(Ananas Comocus)
Pengolahan
buah nenas menjadi sari (jus) nenas menghasilkan produk limbah berupa kulit
buah dan serat perasan daging buah. Volume limbah tersebut dapat mencapai 85%
dari bobot buah segar. Pemanfaatannya sebagai pakan ternak ruminansia akan
memberi nilai tambah dan sekaligusdapat mendorong berkembangnyan usaha produksi
ternak secara komersial dalam mendukung produksi daging nasional.
Nutrisi
Komposisi Bahan Kering 54,2%. Bahan organik 91,9%. Abu 8,1%. Protein Kasar
3,6%. NDF 57,3%. ADF 31,1%. Energi Kasar 4481 Kkal/kgBK. Energi Cerna 2120
Kkal/kg BK Kulit buah dan serat perasan daging buah nenas merupakan sumber enersi
yang potensial untuk ternak ruminansia. Kandungan serat (NDF) yang relatif
tinggi memungkinkan bahan tersebut digunakan untuk menggantikan rumput sebagai
pakan dasar. Limbah nenas berupa campuran serat perasan daging buah dan kulit buah sebagai
produk sisa pengolahan buah segar menjadi jus nenas
5.2. pollard
Pollard merupakan limbah dari pengolahan
gandum. Kandungan nutrisinya cukup baik. Komposisi pollard berat kering 87,32%;
protein kasar 13,66%; abu 3,51%; serat kasar 6,22%; lemak 4,06%; BETN 59,85;
kalsium (Ca) 0,08%; fosfor 0,63%; energi 4032 kkal/g. Pollard merupakan salah
satu bahan pakan dengan kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar
13,66%. Sifat fisik dan kimia dari pollard setara dengan sifat fisik dan sifat
kimia dedak padi. Pollard dapat menggantikan posisi dan fungsi dedak padi
(seluruh atau sebagian). Pemakaian maksimum pollard dalam pakan ayam atau ikan
bisa mencapai 20%.
DAFTAR PUSTAKA
Hartadi, H.
S. Reksohadiprodjo, dan A. Tillman. 1986. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta.
Tuesday, 22 November 2011
Kajian Nutrien Dalam Mendukung Proses Reproduksi Pada Ternak
Setiap makluk hidup memerlukan nutrient, nutrient akan di dapatkan dari sumber makanan. Untuk mendukung proses reproduksi pada ternak maka perlu mengoptimalkan nutrisi sehingga dapat menunjang fertilitas atau kesuburan ternak. Nutrient yang dicerna akan di absorbsi oleh tubuh dan di gunakan untuk membangun sel, menghasilkan kalor, dan mempertahankan kondisi tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan ternak maka perlunya kita mengetahui nutrient yang terkandung di dalam pakan. Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan pada ternak sebagai pakan, baiak berupa bahn organik (karbohidrat, lipida, dan protein) maupun an organik (mineral), baik sebagian maupun keseluruhan yang dapat dicerna dan tidak menggangu kesehatan ternak. Pakan adalah bahan yang dimakan daan dicernaa oleh seekor hewan yang mampu menyajiakn hara atau nutrien yang penting untuk perawatan tubuh, penggemukan, reproduksi serta laktasi atau produksi susu.
Kebutuhan nutrient pada ternak dan manusia pada umumnya adalah sama hanya saja sumber nutriennya yang berbeda di karenakan system pencernaan yang berbeda.
Nutrient adalah hara atau unsur atau senyawa kimia yang digunakan untuk metabolisme atau fisiologi organisme. Nutrien biasanya dikategorikan menjadi nutrien yang menyediakan energi dan yang digunakan sebagai komponen untuk tubuh atau struktur sel. Suatu nutrien disebut esensial bagi organisme jika zat tersebut tidak dapat disintesis oleh organisme dan harus dipenuhi dari sumber makanan.
Kebutuhan ternak dalam penggemukan dengan reproduksi berbeda karena pada suatu nutrient akan sangat dibutuhkan dalam jumlah besar, contohnya kebutuhan calcium pada ternak yang sedang bunting harus di cukupi. Seekor ternak yang kekurangan mineral kalsium tersebut maka dia akan membongkar sendiri kalsium yang berasal dari tulangnya sendiri dan apabila di biarkan secara terus menerus maka akan menjadi penyakit bagi ternak tersebut.
Nutrisi adalah faktor utama yang berperan dalam pematangan seksual, sehingga dapat mempengaruhi reproduksi hewan di alam ataupun dalam lingkup budidaya. Di alam, nutrisi yang tersedia bervariasi dan tergantung pada tingkat tropik. Kondisi ini secara alami merupakan salah satu faktor eksternal penting bagi siklus reproduksi. Dalam budidaya, lingkungan fisik dan nutrisi induk dapat dimanipulasi untuk mempercepat pematangan gonad dan proses pembentukan gamet (gametogenesis).
Keberhasilan pengkondisian induk tergantung pada penyediaan kondisi di hatchery yang mendekati kondisi di alam selama siklus reproduksi alami, yaitu dengan cara manipulasi air laut dan penyediaan makanan yang memadai. Perbedaan jenis memperlihatkan komposisi biokimia yang beragam pada tingkat perkembangan yang berbeda tergantung pada proses dan tuntutan energi dari telur. Selain konsekuensi perbedaan jenis, kualitas nutrisi induk betina berpengaruh langsung pada perkembangan embrio dan larva untuk melewati tahapan ketergantungan pada cadangan energy endogen
Nutrisi menunjukkan nutrien dasar (komponen biokimia) yang diperlukan untuk mendukung semua sistem metabolik untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Nutrien diantaranya protein, rasio RNA-DNA, asam-asam amino, lemak dan asam lemak berperan dalam keberhasilan perkembangan embrio.
Nutrisi terkandung dalam berbagai jenis bahan pakan misalnya lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air. Lemak dalam reproduksi peran sangatlah penting, meskipun terkadang manusia mengidentikkan lemak dengan kolestrol yakni sebagai pembentukan hormone reproduksi. Lemak meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida,digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.
Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4), tumor necrosis factor-alpha (TNFα),visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik.
Protein sebagai penyusun tubuh secara keseluruhan. Protein sangat penting dalam reproduksi, ini menyangkut dengan penurunan sifat pada ternak tersebut. Apalagi jika kita melihat hipertropi dan hyperplasia pada ternak maka akan tidak boleh kita abaikan tentang kebutuhan nutrient protein pada ternak. Karbohidrat sebagai sumber energy dalam tubuh dalam bentuk glukosa. Mineral sebagai penyusun tubuh misalnya sebagai tulang. Mineral didalam tubuh haruslah tetap terjaga terutama saat ternak bereproduksi, kita ketahui bahwa ternak akan membutuhkan banyak kalsium saat ternak tersebut dalam keadaan bunting. Apabila mineral eksternal (asupan dari makanan) ternak tidak terpenuhi maka ternak tersebut akan membongkar mineral yang terdapat didalam tubuhnya sendiri misalnya dari tulang. Jika keadaan kekurangan mineral pada ternak terjadi berangsur-angsur maka akan terjadi penyakit keropos tulang pada ternak tersebut, penyakit keropos tulang pada ternak terjadi biasaya saat proses reproduksi misalnya saat partus.
Terimakasih!!
Monday, 21 November 2011
Gembalakanlah Hatimu Kearah Padang yang Sejuk
Gembalakanlah Hatimu Kearah Padang yang Sejuk
Sering kali aku bertanya didalam hati tentang apa arti dari kehidupan ini, tiba-tiba kata-kata ini metasuk tajam di lintas pikiran ku Gembala dan Padang. Gembala adalah orang yang menuntun ternaknya pada rumput yang hijau dan berharap supaya ternaknya kenyang pada padang penggembalaan itu dan tak satupun pengembala itu membiarkan ternaknya kelaparan. Ternak itu akan dituntunnya juga pada sumber air yang sejuk dan menghilangkan dahaga ternak-ternaknya. Aku adalah seorang sarjarna peternakan sebelum aku menggembalakan ternakku sudahkah aku menggembalakan hatiku? Sudahkah aku menuntun hatiku kearah sumber air yang jernih atau masihkah aku berada di atas kubangan hingga aku hanya dapat menelan air liurku saja dengan hati yang kian lama memanas seperti bara api? Ambisimu bukanlah hanya fana tapi adalah sebuah realita yang akan membawamu kearah kesuksesan. Kapan kita mengubah pola hidup yang hanya berandai-andai dalam penjara hati yang sebenarnya tidak terkunci sama sekali bahkan pintunyapun sudah terbuka lebar dan menantikan langkahmu yang penuh semangat juang. Lepaskanlah benang yang membelit di kakimu itu dan berjalanlah kearah padang yang sejuk baringkanlah tubuhmu diatasnya, hiruplah oksigen sebanyak mungkin dan lepaskan CO2 yang menghambat respirasi kehidupanmu lepaskan kearah rumput-rumput itu. Lakukanlah revisi dalam hidupmu tentang sebuah kesalahan-kesalahan yang selalu tembok penghalang untuk kesuksesanmu. Hidup ini adalah pembelajaran setelah engkau menggembalakan hidupmu dan mengarungi semua padang itu liku dan rintangan yang telah engkau alami adalah buku pemandu yang akan memandumu kearah yang tepat. Tempat-tempat yang di penuhi duri penjerat akan kau lalui dan jurang yang telah pernah menjebakmu akan engkau hindari dan bahkan kamu pasti bisa menghilangkan jurang, membuat jembatan raksasa yang menyelamatkan sahabat-sahabatmu juga. Bersambung….. aku sandi si penggembala sapi
Subscribe to:
Posts (Atom)