Tuesday, 8 January 2013

munculnya fluburung gret baru 3232

apakah saya sadar seperti anda?
apakah ini yang dinamakan dengan perang bioteknologi?
akhir-akhir ini muncul flu burung gret baru yang menyerang ternak kitik. ternak itik semula adalah ternak unggas yang susah terserang penyakit. kali ini statement itu tidak menjadi kebenaran lagi. firus fluburung gen 3232 muncul di indonesia? dari mana asalnya? apa dari indonesia?
kalo tidak berarti kita sedang... di perangi. ini akan mematahkan program pemertintah tentang swasembada pangan. sadar atau tidak ini adalah analisis saya sebagai mahasiswa peternakan.


indikator yang tercium saya adalah indonesia merupakan negara yang padat penduduk.  Indonesia menjadi sasaran pasar konsumen, jadi kalo kita tidak bisa memproduksi sendiri otomatis kita akan menjadi ketergantungan impor dari negara lain.  itu akan menjadi omset yang sangat besar bagi negara pemasok akan tetapi kita akan menderita sampai 7 keturunan lantas terbelit utang.

ini adalah rangkaian berita yang menghentikan penemuan firus
Sekelompok ilmuwan di Amerika Serikat berhasil menciptakan strain baru virus flu burung yang lebih kuat. Namun, penelitian ini dihentikan dan tidak dipublikasikan karena khawatir akan digunakan oleh kelompok teroris.

Dilansir dari BBC, para ilmuwan menghentikan penelitian atas rekomendasi dari Dewan Penasehat Ilmu Pengetahuan Nasional (NSABB) soal Keamanan Biologi AS, pekan lalu.
Tim ilmuwan gabungan antara Universitas Erasmus di Belanda dan Universitas Wisconsin-Madison di AS menemukan strain baru dari virus flu burung yang lebih kuat.
Berdasarkan hasil penelitian, strain flu burung yang mereka ciptakan dapat dengan mudah menular di antara pada musang percobaan. Ini berbeda dengan virus H5N1 yang sulit menular dari unggas ke mamalia.
Ilmuwan berbeda pendapat soal apakah mereka perlu menerbitkan hasil penelitian mereka di sebuah jurnal ilmu pengetahuan atau tidak. Dalam surat yang diterbitkan di jurnal Science and Nature, tim ilmuwan ini menyerukan dibentuknya forum internasional untuk mendiskusikan risiko dan nilai dari penelitian mereka.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk menghentikan sementara penelitian mereka setelah mendapatkan peringatan dari pemerintah AS. Sebuah panel penasihat AS telah mengatakan bahwa data-data soal virus tersebut dapat digunakan oleh para teroris.

Ahli dari NSABB mengatakan bahwa ini adalah langkah yang tepat. Pasalnya, jika data ini jatuh ke tangan yang salah, maka para ahli keamanan biologi khawatir virus ini dapat menyebabkan wabah yang lebih mematikan daripada flu Spanyol yang merebak tahun 1918-1919. Flu Spanyol kala itu menewaskan 40 juta orang di seluruh dunia. (umi)


betapa menakutkannya perang biotek?
penghentian penelitian diatas memang adalah langkah yang tepat. semoga pencipta virus lainnya tersadarkan dengan hal itu. 
Post a Comment