Friday, 29 November 2013

contoh miniresert teknologi bioreproduksi


PENGARUH ASAP ROKOK PADA MOTILITAS SPERMA SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO)





PROPOSAL TEKNOLOGI BIOREPRODUKSI





Logo Undip.bmp






Oleh :

SANDI SUROYOCO SINAMBELA
23010110110031













FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013


JUDUL: PENGARUH ASAP ROKOK PADA MOTILITAS SPERMA SAPI PERANAKAN  ONGOL (PO)
 

I.                   Latar Belakang

Merokok adalah hal yang sering kita jumpai di peternak.  Asap rokok yang dihembuskan tentu akan terlepas ke lingkungan kandang.  Jika hal ini belangsung bertahun-tahun di kandang ternak pejantan, maka asumsi ada hubungannya terhadap kualitas semen ternak pejantan yang terkena asap rokok tersebut. maka dari itu kita perlu mencari tau apakah asap rokok akan meningkatkan mortalitas terhadap sperma.
            Satu peternakan sapi potong yang kami amati secara terus-menerus merokok dikandang sapi PO-nya,  aktifitas merokok itu secara rutin terjadi setiap harinya.

II.                TINJAUAN PUSTAKA

Merokok merupakan suatu masalah kesehatan pada masyarakat dan merupakan ancaman besar bagi kesehatan di dunia (Emmons, 1999). Merokok memberikan implikasi terhadap berbagai faktor utama resiko penyakit, seperti misalnya penyakit paru obstruktif kronik, emphisema dan berbagai penyakit jantung. Jumlah angka kematian akibat merokok jika pola merokok tetap berlanjut, diperkirakan akan menjadi sekitar 10.000.000 orang per tahun pada tahun 2020, dan 70% diantaranya akan terjadi di negara-negara berkembang di berbagai belahan dunia (World Health Organization, 2003).

Asap rokok yang dihirup seorang perokok, mengandung komponen gas dan partikel. Komponen gas sangat berpotensi untuk menimbulkan radikal bebas, yang diantaranya terdiri dari karbon monoksida, karbondioksida, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon. Sedangkan komponen partikel beberapa diantaranya terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan cadmium (Zavos et all., 1998).
Radikal bebas adalah molekul yang mempunyai atom dengan elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas tidak stabil dan mempunyai reaktivitas yang tinggi. Reaktivitasnya dapat merusak seluruh tipe makromolekul seluler termasuk karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat (Langseth, 1995).
Kelebihan produksi radikal bebas atau oksigen yang reaktif (ROS, reactive oxygen species) dapat merusak sperma, dan ROS telah diketahui sebagai salah satu penyebab infertilitas. Diketahui juga bahwa anion superoksida, radikal hidroksil dan hidrogen peroksida merupakan beberapa ROS utama yang terdapat pada plasma semen (Agarwal et all., 2003).
Radikal bebas terdapat secara fisiologis pada sperma manusia (Zavos et all., 1998), dan timbulnya radikal bebas dalam tubuh diimbangi dengan mekanisme pertahanan endogen, dengan memproduksi zat yang mempunyai pengaruh sebagai anti radikal bebas yang disebut antioksidan (Suryohudoyo, 2000). Akan tetapi, pada saat level ROS meningkat melebihi dari sistem pertahanan antioksidan tubuh, terjadilah stress oksidatif (Moller et all., 1996; Sharma dan Agarwal, 1996; Saleh et all., 2003).
Stress oksidatif merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan ROS yang akan menyebabkan kerusakan sel, jaringan atau organ (Moller et all., 1996; Sharma dan Agarwal, 1996; Saleh et all., 2003). Pada kondisi stres oksidatif, radikal bebas akan menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid membran sel dan merusak organisasi membran sel. Membran sel ini sangat penting bagi fungsi reseptor dan fungsi enzim, sehingga terjadinya peroksidasi lipid membran sel oleh radikal bebas dapat mengakibatkan hilangnya fungsi seluler secara total (Evans, 2000; Singh, 1992). Stress oksidatif menyebabkan infertilitas melalui efek negatifnya ke spermatozoa seperti peningkatan hilangnya motilitas, peningkatan kerusakan membran, penurunan morfologi, viabilitas, dan kemampuan spermatozoa (Twig et all., 1998).
Sebuah studi menyatakan bahwa merokok meningkatkan ROS dan menurunkan antioksidan di cairan semen (Saleh et all., 2003) sehingga seorang perokok lebih rentan mengalami infertilitas karena meningkatnya produksi radikal bebas di dalam sperma (Agarwal dan Said, 2005), menyebabkan kerusakan deoxyribonucleic acid (DNA) dan apoptosis sel sperma (Vine et all., 1996). Radikal bebas yang berasal dari partikel gas rokok juga menyebabkan terjadinya aglutinasi sperma sehingga berakibat terhadap menurunnya motilitas sperma (Agarwal et all., 2003).
Berdasarkan uraian di atas, rokok konvensional memiliki pengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sel sperma mencit serta meningkatkan produksi radikal bebas, tetapi belum dapat disimpulkan apakah asap rokok juga memiliki potensi untuk mencetuskan timbulnya radikal bebas dan mengganggu fungsi normal sel sperma. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh paparan asap rokok terhadap motilitas sapi PO jantan. Mortilitas sapi PO 70-85% daya hidup adalah 79-89%. 


III.             TUJUAN DAN MANFAAT
III.1.    Tujuan
            Tujuan dari penelitian ini adalah  mengetahui pengaruh paparan asap rokok terhadap kualitas kualitas semen. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh paparan asap rokok terhadap motilitas sel sperma sapi PO.  Untuk mengetahui apakah ada pengaruh paparan asap rokok terhadap jumlah sel sperma sapi PO.
III.2.    Manfaat
            Manfaat penelitian ini agar mahasiswa mendapat tambahan wawasan dan pengalaman yang menjadi bekal untuk mengelola peternakan sapi potong.



IV.             MATERI DAN METODE
            Kegiatan penelitian ini direncanakan dilaksanakan tanggal 15 April 2013 sampai 21 April 2013 di peternakan peternakan rakyat, Semarang
IV.1.    Materi
             Peralatan pengambilan semen sapi, peralatan analis laboratorium.
IV.2.    Metode
            Melakukan koleksi semen di peternakan rakyat yang sehari-harinya peternak merokok didaerah kandang.

 

JADWAL KEGIATAN
  1. 13, April persiapan
  2. 14 April survei lapangan
  3. 15 April pengambilan semen
  4. 16 April analisi labora torium
  5. 5 16-21 April pengolahan data.
Post a Comment