PENGARUH ASAP ROKOK PADA MOTILITAS
SPERMA SAPI PERANAKAN ONGOLE
(PO)
PROPOSAL TEKNOLOGI BIOREPRODUKSI
|

Oleh :
SANDI SUROYOCO SINAMBELA
23010110110031
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
JUDUL: PENGARUH ASAP ROKOK PADA MOTILITAS
SPERMA SAPI PERANAKAN ONGOL (PO)

I.
Latar Belakang
Merokok adalah hal yang sering kita
jumpai di peternak. Asap rokok yang
dihembuskan tentu akan terlepas ke lingkungan kandang. Jika hal ini belangsung bertahun-tahun di
kandang ternak pejantan, maka asumsi ada hubungannya terhadap kualitas semen
ternak pejantan yang terkena asap rokok tersebut. maka dari itu kita perlu
mencari tau apakah asap rokok akan meningkatkan mortalitas terhadap sperma.
Satu
peternakan sapi potong yang kami amati secara terus-menerus merokok dikandang
sapi PO-nya, aktifitas merokok itu
secara rutin terjadi setiap harinya.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Merokok merupakan suatu masalah
kesehatan pada masyarakat dan merupakan ancaman besar bagi kesehatan di dunia
(Emmons, 1999). Merokok memberikan implikasi terhadap berbagai faktor utama
resiko penyakit, seperti misalnya penyakit paru obstruktif kronik, emphisema
dan berbagai penyakit jantung. Jumlah angka kematian akibat merokok jika pola
merokok tetap berlanjut, diperkirakan akan menjadi sekitar 10.000.000 orang per
tahun pada tahun 2020, dan 70% diantaranya akan terjadi di negara-negara
berkembang di berbagai belahan dunia (World Health Organization, 2003).
Asap rokok yang dihirup seorang
perokok, mengandung komponen gas dan partikel. Komponen gas sangat berpotensi
untuk menimbulkan radikal bebas, yang diantaranya terdiri dari karbon
monoksida, karbondioksida, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon.
Sedangkan komponen partikel beberapa diantaranya terdiri dari tar, nikotin,
benzopiren, fenol, dan cadmium (Zavos et all., 1998).
Radikal bebas
adalah molekul yang mempunyai atom dengan elektron yang tidak berpasangan.
Radikal bebas tidak stabil dan mempunyai reaktivitas yang tinggi.
Reaktivitasnya dapat merusak seluruh tipe makromolekul seluler termasuk
karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat (Langseth, 1995).
Kelebihan produksi radikal bebas atau
oksigen yang reaktif (ROS, reactive oxygen species) dapat merusak
sperma, dan ROS telah diketahui sebagai salah satu penyebab infertilitas.
Diketahui juga bahwa anion superoksida, radikal hidroksil dan hidrogen
peroksida merupakan beberapa ROS utama yang terdapat pada plasma semen (Agarwal
et all., 2003).
Radikal bebas terdapat secara
fisiologis pada sperma manusia (Zavos et all., 1998), dan timbulnya
radikal bebas dalam tubuh diimbangi dengan mekanisme pertahanan endogen, dengan
memproduksi zat yang mempunyai pengaruh sebagai anti radikal bebas yang disebut
antioksidan (Suryohudoyo, 2000). Akan tetapi, pada saat level ROS meningkat
melebihi dari sistem pertahanan antioksidan tubuh, terjadilah stress oksidatif
(Moller et all., 1996; Sharma dan Agarwal, 1996; Saleh et all.,
2003).
Stress
oksidatif merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan ROS yang akan menyebabkan
kerusakan sel, jaringan atau organ (Moller et all., 1996; Sharma dan
Agarwal, 1996; Saleh et all., 2003). Pada kondisi stres oksidatif,
radikal bebas akan menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid membran sel dan
merusak organisasi membran sel. Membran sel ini sangat penting bagi fungsi
reseptor dan fungsi enzim, sehingga terjadinya peroksidasi lipid membran sel
oleh radikal bebas dapat mengakibatkan hilangnya fungsi seluler secara total
(Evans, 2000; Singh, 1992). Stress oksidatif menyebabkan infertilitas melalui
efek negatifnya ke spermatozoa seperti peningkatan hilangnya motilitas,
peningkatan kerusakan membran, penurunan morfologi, viabilitas, dan kemampuan
spermatozoa (Twig et all., 1998).
Sebuah studi menyatakan bahwa merokok
meningkatkan ROS dan menurunkan antioksidan di cairan semen (Saleh et all.,
2003) sehingga seorang perokok lebih rentan mengalami infertilitas karena
meningkatnya produksi radikal bebas di dalam sperma (Agarwal dan Said, 2005),
menyebabkan kerusakan deoxyribonucleic acid (DNA) dan apoptosis sel
sperma (Vine et all., 1996). Radikal bebas yang berasal dari partikel
gas rokok juga menyebabkan terjadinya aglutinasi sperma sehingga berakibat
terhadap menurunnya motilitas sperma (Agarwal et all., 2003).
Berdasarkan
uraian di atas, rokok konvensional memiliki pengaruh terhadap kualitas dan
kuantitas sel sperma mencit serta meningkatkan produksi radikal bebas, tetapi
belum dapat disimpulkan apakah asap rokok juga memiliki potensi untuk
mencetuskan timbulnya radikal bebas dan mengganggu fungsi normal sel sperma.
Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh paparan asap
rokok terhadap motilitas sapi PO jantan. Mortilitas sapi PO 70-85% daya hidup
adalah 79-89%.
III.
TUJUAN DAN MANFAAT
III.1. Tujuan
Tujuan
dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paparan asap
rokok terhadap kualitas kualitas semen. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh paparan asap rokok
terhadap motilitas sel sperma sapi PO.
Untuk mengetahui apakah
ada pengaruh paparan asap rokok terhadap jumlah sel sperma sapi PO.
III.2. Manfaat

IV.
MATERI DAN METODE
Kegiatan penelitian
ini direncanakan dilaksanakan tanggal 15 April 2013 sampai 21 April 2013 di
peternakan peternakan rakyat, Semarang
IV.1. Materi
Peralatan pengambilan semen sapi, peralatan
analis laboratorium.
IV.2. Metode
Melakukan koleksi
semen di peternakan rakyat yang sehari-harinya peternak merokok didaerah
kandang.

JADWAL KEGIATAN
- 13, April persiapan
- 14 April survei lapangan
- 15 April pengambilan semen
- 16 April analisi labora torium
- 5 16-21 April pengolahan data.
No comments:
Post a Comment