Friday, 10 January 2014

Prof Agung Purnomoadi ”Umur bertambah tua, Dewasa” belum tentu”. Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.


Prof Agung ”Umur bertambah tua, Dewasa” belum tentu”.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.

Khayal ku bertabur mimpi, dengan berbagai harapan yang menjadi doa pada Sang Kuasa. Berusaha tidak terbuai dengan apa yang sudah kutempuh. Seberkas cahaya memfokuskanku pada arah sebuah tanya “ Tahun ini apa yang harus ku raih kelak! Aku ingin dewasa, aku ingin bijak, aku ingin kreatif, aku ingin lulus, dan aku ingin.... dan 2014 aku harus memulai dan melanjutkan itu.

Sejanak meneduhkan hati, berusaha mencium jejak yang sudah kulalui sebagai cermin dan petunjuk arah yang akan segera membangkitkan gairah hidup. Kadang kala luka bermunculan dan kucoba tepiskan dan melupakan serta mencari jalan pemikiran yang lurus kembali. Semuanya berarti dan semuanya itu adalah proses.

Dari benih ayahku, aku menjadi mahluk hidup. Dari rahim ibuku, aku dikeluarkan berjuang menjadi insan, dirawat hingga balita, disekolahkan jadi SD, beranjak SMP, SMA dan kini kuliah, serta selangkah lagi aku akan mengakhiri masa MAHASISWA.  Aku miliki hari hari pahit dan aku miliki hari hari yang indah. Detik, menit, jam, hari, dan tahun terlewati dengan suka duka.

4 Januari 2014 saya menginjak umur 22, sejenak merefleksikan diri.  Ditengah lagi fokus mengerjakan skripsi, yang ada dalam benak saya adalah saya ingin tegas seperti pak Sularno dan pingin sekali smart kreatif  seperti prof Agung.  Beliau adalah dua dosen pembimbing skripsi saya.

Bayak kalimat yang diucap beliau menuntunku, menjadi sebuah motivasi hidup.  Seringkali memberi titik terang dari kejenuhan yang kudapat.

....“Menjadi tua itu gampang,,, tetapi belajar untuk dewasa adalah hal yang susah”... Prof Agug Purnomoadi dengan senyumnya yang lebar  menyampaikan kata-kata ini. 
Padahal hari-hari sebelumnya saya merasa sedih karena orang tua tak kunjung mengirimkan bulanan “bu, pa, apa sudah lupa punya anak di semarang?” sebenarnya tak pantas saya mengeluh dengan hal itu, tapi masalahnya kantong sudah mengaga dan sudah tengah bulan tgl 16.  Sudah begitu saya selalu berhemat diri untuk membayar uang kos sendiri dari bulanan yang pas-pasan itu.

            Mengingat kalimat “belajar untuk dewasa” saya mendinginkan hati dan meluruskan pikiran yang sudah kacau. Aku harus mengerti kondisi orang tua yang menguliahkan aku dan adik ku. Saat itu aku sadar adikku harus didahulukan karna dia masih maba (2013).  Sesaat aku berpikir, aku yang paling tua dan harus mengalah.  

Mengingat kejadian ini saya sadar bahwa menjadi dewasa itu tidak mudah.

            Pada bulan Oktober 2013 saya membuat perjanjian pada diri sendiri, ini terkait dengan skripsi yang akan segera saya kerjakan. “melewati tahun baru saya sudah harus maju dua kali konsul skripsi”. Saya menepati hal itu, akan tetapi masih ada yang menganjal dalam benatku. Mengapa aku masih terlihat sok sibuk, temperamen, membisu tak jelas, dan stres dengan skripsi itu. Apakah ini artinya saya masih berjuang melawan malas? Atau sebenarnya saya tidak mensyukurinya!  Sebenarnya saya sudah dijalan terang, tapi mengapa kadang kala saya melompat dari jalan itu, tidak berjuang perlahan-demi perlahan menyelesaikannya.

Saat refleksi itu juga saya mengingat kejadian

Jangan lari dari tanggung jawab, tetapi selesaikanlah secara perlahan.                               
....“saya sudah berkali kali melakukan hal yang anda lakukan tapi saya tidak sesibuk itu”....

Salah satu teman mengeluh dan mengeluarkan air mata didepan beliu (prof Agung).  Yang pasti si mahasiswa (sebut saja bunga) ada masalah dalam tim penelitiannya.  Saat itu saya sadar berarti tidak ada gunanya mengeluh dengan apa yang kita kerjakan.  Jika kita merasa sangat sulit melakukan suatu pekerjaan maka kita harus menatap pekerjaan yang lebih berat dari pada itu.  Pelajaran yang saya dapatkan adalah “seberat apapun pekerjaan kita, jika berusaha dan berjuang terus maka semuanya akan terselesaikan dengan baik dan kita akan merasa optimal.

Saya diajari berpikir luas, ilmu itu bukanlah hal yang kaku, tetapi terkadang orang yang mencari ilmu itulah yang mengakukan diri karna terlebih dahulu takut dengan tantangan yang ada.  Saya yakin bahwa pengetahuan yang beliau miliki sudah menumpuk seperti gunung.  Dan yang menarik ketika beliau mengekspresikannya, yang saya lihat bahwa beliau bagi burung kenari yang mengkombinasikan suara, gerak dan warna.  Tak bosan-bosannya saya terpukau mengikuti arah pembisaraan beliau, meskipun kadang kala saya malah tersesat tak mampu mengikutinya. 

Yang membuat saya bingung adalah saya tidak bisa membedakan beliau sedang stres atau tidak, semuanya terlihat happy.  Ditengah kesibukan yang luar biasa beliau selalu mampu mempertahankan ritme emosinya tetap terjaga.  “andaikan aku bisa mengetahui respon fisiologis beliau”  mungkin dari situlah saya bisa menyimpulkan ada tidaknya stres yang dialami beliau.

Perkataan beliau menunjukkan pada saya jalan terang lagi dan membuat momentum yang luar biasa untuk melangkah dengan semangat.

Kalimat-kalimat tersebut menjadi sebuah pelajaran ditengah bertambahnya umurku.  Ya! Dengan bertambahnya umur otomatis kita akan semakin tua. Ternyata kedewasaan tidak bertumpu pada umur. Dewasa saya artikan sebagai  mampu memberi, bijak, rendah hati, tegas, dan bersyukur.

Umur ke 22 saya harus belajar untuk dewasa

Mahasiswa Undip Dampak Erupsi Sinabung

Mahasiswa Undip Dampak Erupsi Sinabung
oleh: Sandi Suroyoco Sinambela
Tidak satupun diantara kita yang menginginkan sebuah bencana.  Saat bencana datang, kita hanya bersyukur nyawa yang tidak menghilang. Ya gunung Sinabung marah dari bulan Desember lalu hingga sekarang.  Dataran yang subur itu yang dulunya sangat hijau sekarang menjadi kelabu.

            Warga sinabung mayoritas adalah petani sayur-sayuran, otomatis mata pencaharian mereka dari bertani berhenti karna lahan mereka ditutupi abu vulkanik.  Mau tidak mau putra-putri Sinabung yang sekolah ataupun kuliah menjadi korban materil. 
Biaya hidup menipis,  mau minta uang kuliah orang tua malah menangis.  Inilah kenyataan dari sebuah bencana yang berkepanjangan.

Apakah Undip mengasuh putra-putri sinabung?
Bagaimana tanggapan Undip nantinya jika mengetahui bahwa mahasiswanya ada yang terkena dampak erupsi sinabung?

Ketika saya ingat erupsi sinabung yang saya ingat adalah Erupsi Gunung Jogja sekitarnya.

S   ; Dek tempatmu kena erupsi sinabung ga?
K   ; Kena bang
S   ; Trus kena lokasi yang di ungsikan ga?
K   ; Ia bang, tempatku radius 3 km, trus yang diungsikan itu 6 km
S   ; Trus gimana dengan uang bulanan yang dikirim orang tua de?
K   ; ya,, sedikitlah bang
S   ; banyak ga di Undip temanmu yang kena dampak erupsi itu juga?
K   : Aku taunya cuman anak FPP bang.
S   ; Trus pekerjaan orang tua apa de?
K   : petani bang,
S   ; ohhh. Banyak doa aja deg,

Semoga kita bisa meringankan beban saudara kita yang di Sinabung. 

Saya minta tolong kepada BEM KESMA agar mendiskusikan masalah ini.  

Sunday, 29 December 2013

Pengetahuan Umum Tentang Daging Ayam. Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Pengetahuan Umum Tentang Daging Ayam.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

Menjadi permasalahan yang marak di pasar tentang daging ayam TIREN.

Sekilas daging ayam tiren dan daging ayam yang dipotong saat hidup susah dibedakan,  untuk itu kita harus tau lebih dalam perbedaan yang bisa diperhatikan dan memiliki keakuratan.

Daging ayam potong hidup; 
1.        warna kulit karkas akan terlihat putih dan mengkilap.
2.        Biasanya hanya berbau amis.
3.        Otot dada dan paha apabila di pencet akan kenyal dan cepat kembali pada kondisi semula
4.        Serabut otot akan terlihat pucat putih
5.        Pembuluh darah yang ada pada leher terlihat bersih, dan pada sayap tidak terlihat gumpalan darah.
6.        Jika dilihat pada bagian dalam karkah maka warnanya putih
7.        Hati ayam tersebut merah kecoklatan sampai putih kekuningan.

Daging ayam tiren;
1.        Pada kulit akan terlihat bercak-bercak merah, hal ini disebabkan karena darah tidak keluar.
2.        Tampilan karkas berwarna kemerahan.
3.        Jika daging dipencet maka akan lama kembali pada posisi semula.
4.        Hati ayam tiren biasanya akna berwarna merah kehitamman.

Ayam TIREN marak dipasaran karena bayak pihak yang tidak mau rugi dan juga ingin mengambil untung, sehingga menghalalkan cara yang tidak baik. Ada tiga  kemungkinan kasus ayam tiren bisa terjadi.  Titik pertama adalah “peternak masih tetap menjual ayamnya yang sudah sakit,  kedua adalah kemungkinan ayam mati dalam proses pendistribusian, dan yang ketida adalah saat ayam sudah tiba di RPU, ayam tidak langsung dipotong sementara itu ayam tidak diperlakukan dengan baik.

Minimnya kesadaran konsumen untuk mencari tau standar kualitas karkas unggas memang tidak bisa dipungkiri.  Hal inilah yang menjadi peluang bagi oknum yang ingin menghalalkan segala cara untuk meraup keuntungan,  alhasil konsumen hanya mendapat penyakit.

Berbicara tentang kualitas daging ayam, ada 3 klasifikasi kualitas karkas
  1. Grade A
Terlihat secara keseluruhan karkas dalam keadaan normal,  dada tidak bengkok dan dalam keadaan nomal, tulang belakang, kaki, dan sayap normal.  Daging pada dada agak panjang dan lebar, timbunan lemak tidak terlalu banyak terlihat menutup secara merata. Bulu kasar tidak ada lagi menempil kecuali bulu halus.  Potongan sobekan pada daging hanya 1,5 cm. Memar pada kulit hanya 0,5-0,75 , sedangkan warna merah pada kulit 1-1,5cm. Bekas bakar hanya sedikit saja.
  1. Grade B
karkas masih terlihat dalam keadaan normal,  dada agak bengkok dan dalam keadaan nomal, tulang belakang, kaki, dan sayat agak bengkok.  Daging pada dada agak panjang dan lebar cukup, timbunan lemak tidak terlalu banyak terlihat menutup secara merata. Bulu kasar sedikit.  Potongan sobekan pada daging hanya 1,5-3 cm. Memar pada kulit hanya 0,75-1,5, sedangkan warna merah pada kulit 1,5-3cm. Bekas bakar agak banyak.
  1. Grade C
Bentuk masih normal, namun jika secara detail di klasifikasi satupersatu maka terlihat sudah tidak maksimal.

Kualtas karkas ditentukan oleh kondisi ayam dan prossing yang dilakukan saat pemotongan.  Maka untuk menghasilkan karkas yang baik prosesing harus seuai standar yang telah ditentukan.
Cara pemotongan harus ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).  Untuk agama muslim petotongan ternak harus sesuai kaidah agama, yakni dengan pembacaan basmallah, penyembelihan harus cepat menggunakan pisau yang tajam, pemotongan saluran pernafasan saluran makan, dan pemotongan dua urat nadi.  Untuk agama lain hal ini tidak dipersoalkan, namun yang lebih diperhatikan adalah kelayakan daging untk dimakan.

Dalam proses pemotongan ada 3 jona yang harus dipisahkan;
Zona superdirty, proses yang terjadi adalah penyembelihan dan pencabutan bulu.

Zona dirty, pada tahap ini proses pembentukan karkas akan dimulai.  Pemotongan kepala, pemotongan kaki, pengeluaran saluran pencernaan, hati dan ginjal, pembersihan ulang pada bulu yang tertinggal dan pemisahan lemak yang berlebihan.

Zona Clean area,  karkas yang sudah terbentuk segera diturunkan suhunya sekitar 5-8 derajat selsius, pembungkusan, juka ingin di distribus dalam jangka waktu yang lama maka disimpan dengan cara pembekuan terlebih dahulu.

Secara runut proses pemotongan dimulai dari pemeriksaan antemortem, prosesing serta pemeriksaan posmortem.

Pemeriksaan ante mortem dilakukan oleh dokter hewan, kemudian dikeluarkan ,keputusan pemotongan, pemotongan dengan syarat, maupun pelarangan pemotongan.  Pelarangan pemotongan di keluarkan oleh dokterhewan apabila ayam sudah mati, ayam terjangkit penyakit AI, Toberkolosis, salmonelosis, omitosis dan ektopaasit.

Prosesing dimulai dari pengeluaran darah, pencabutan bulu, pengeluaran organ dalam, pemotongan kaki dan kepala, serta dilakukan ,pendinginan karkas.

Pemeriksaan posmortem dapat dilakukan di lab ataupun dengan cara men cek daging secara langsung.  Pemeriksaan di lab biasanya untuk mendeteksi residu zat beracun pada daging dan batasan hormon.  Apabila pemeriksaan posmortem sudah selesai maka dikeluarkan keputusan bahwa daging tersebut layak untuk diedarkan atau tidak.

Pemotongan unggas diatur dalam peraturan pemerintah nomor 22 tahun 1983 tentang kesehatan veteriner.
Keputusan mentri no 557 tahun 1986 mengatur tentang syarat rumah potong hewan
Keputusan mentri no 306  tahun 1994 mengatur tentang pemotongan unggas dan penanganan hasil ikutanya. 

Sunday, 22 December 2013

Belajar Sekitar Daging Ternak dan reaksi yang terjadi pada daging. Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Belajar Sekitar Daging Ternak dan reaksi yang terjadi pada daging.
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

Otot merupakan jaringan penggerak bagi hewan ternak, sedangkan daging adalah semua jaringan tubuh ternak yang sesuai untuk di konsumsi oleh manusia.

Tentu otot daging di artikan sebagai bagian dari tubuh ternak yang melekat pada tulang yang merupakan penyusun utama pada daging.

Otot terdiri dari: berkas otot, serabut otot, miofibril, sakromer, kemudian pada aktin dan miosin.

Berbicara tentang daging kita perlu mengetahui metabolisme yang terjadi pada otot.

Metabolisme yang terjadi pada otot saat ternak masih dalam keadaan hidup.  Otot sangat bergantung pada kecukupan energi (ATP) sebagai pengangkut Ca dan Mg yang berfungsi memisah aktin dan miosin.  Energi didapatkan dari gikogen dalam darah, memalui proses siklus kreb yang menghasilkan asam pirufat.  Maka dari itu peran oksigen dalam reaksi metabolisme akan sangat menentukan kinerja dari otot.

            Apabila suplai oksigen pada tubuh tidak simbang dengan aktifitas otot yang terjadi maka sebagian asam pirufat juga akan diubah menjadi asam laktat.  Namun apabila ternak sudah istirahat dengan kondisi ternak yang membaik serta suplai oksigen yang sudah tercukupi asam laktat yang tertimbun bisa di ubah kembali menjadi ATP melalui siklus CORI

            Proses Metabolisme pada ternak yang sudah disembelih mengakibatkan ketidak mampuan ternak mengedarkan oksigen,  sehingga glikogen akan diubah menjadi asam laktat dalam kondisi anaerob.  Berhentinya produksi energi maka Ca tidak dapat lagi dipompa ke bagian tubulus, yang terjadi adalah peristiwa RIGORMORTIS.

            Rigormortis adalah  kekakuan pada otot setelah ternak sudah mati.  Rigormorti terjadi karena aktin dan miosin menyatu dan saling bertumpah tindih disebut dengan AKTOMIOSIN.  Rigormortis terbagi menjadi 3 fase yaitu fase penundaan, fase cepat dan pasca kaku.

Manajemen Pemotongan

Pemotongan ternak harus melalui beberapa proses yang tentunya harus dilakukan dengan benar susui dengan standar yang berlaku.  Proses dalam pemotongan diawali dari pemeriksaan antemortem yakni untuk mengetahui ke abnormalan ternak sebelum terjadi pemotongan.  Antemortem sangat berperan penting dalam mendeteksi dan mencegah penularan penyakit hewan kepada manusia melalui daging.

Sesuai SK mentri menjelaskan bahwa pemotongan ternak harus dilakukan di Rumah Potong Hewan. hal ini akan memudahkan pengawasan kelayakan daging untuk di konsumsi.  Rumah Ptotong Hewan terdiri dari 4 kelas yaitu kelas A dapat digunakan sebagai usaha pemotongan hewan secara Internasional.  Kelas B digunakan sebagai usaha antar provinsi, kelas C digunakan sebagai ijin usaha antak kabupaten dan kelas D adalah ijin usaha pemotongan hewan antar kota. 

Beberapa rangkaiaan kegiatan pemotongan hewan:
Seleksi/grading, pengistirahatan, penimbangan atau melalui taksiran, pemotongan, pengulitan, eviskerasi, pengarkasan, pelayuan, deboning, packking, dan penyimpanan.
           

Pentingnya pelayuaan pada karkas.
            Kita pasti bertanya mengapa harus dilayukan terlebih dahulu?  Di Indonesia proses ini jarang sekali dilakukan oleh para jagal.  Padahal fungsi pelayuaan ternyata sangat penting perananya dalam penentuan kualitas daging nantinya.  

Tujuan pertama dari pelayuan adalah pencegahan pertumbuhan mikroba pada daging, dan untuk melakukan pengendalian rigor mortis,  prinsip dari pelayuan adalah pengaturan suhu rendah dan kelembaban, suhu yang baik dalam proses pelayuan adalah 1,5-10 derajat selsius.  Saat pelayuan proses yang terjadi adalah pemanjangan otot, bukan karena disosiasi aktin dan miosin.

Dalam proses pelayuan ada 3 fenomena yang terjadi yakni denaturasi protein, proteolisis, dan perubahan kimia.

Pemeriksaan Posmortem harus dilakukan.
            Pemeriksaan posmortem terjadi di dua tempat yaitu di ruang pemotongan ternak saat 1 jam setelah pengeluaran organ viscera pada ternak yang disembelih.
Ada beberapa organ yang di periksa; hati, ginjal, paru, dan usus. 
           
Hal yang umum di periksa pada organ viscera adalah hati untuk mendeteksi adanya cacing hati, jantung biasanya di temui cacing pada klep jantung,  ginjal diperiksa apakah ada batu ginjal, paru, diperiksa apakah ada cacing dan apakah ternak tersebut terkena TBC, terutama pada babi radang pada paru paru sangat lumrah terjadi.

            Pemeriksaan posmortem juga dilakukan pada karkas.  Hal yang diamati adalh luka memar pada daging,  patah tulang pada karkas, dan bercak darah yang sering kali terjadi pada saat pemotonga.

            Segala ternak yang di indikasikan terkena     penyakit mak akan di keluarkan persyarat sesuai dengan ketentuan yang sudah ada.

Daging ternak yang terkena antraks, rabies, H5N1 dan turunannya, malleus pada kuda, penyakit lidah biru pada domba, dll dilarang untuk dikonsumsi oleh konsumen.  Sedangkan ada daging ternak yang terkena penyakit yang dapat dikonsumsi dengan syarat:  brucelosis yakni dengan pelayuan minimal 24 jam,  TBC melalui perebusan terlebih dahulu, tricinelosis daging di masak secara sempurna.  Organ ternak yang terkena cacing sebaiknya dibuang, misalnya pada hati, pada paru, da pada organ pencernaan yang sudah infeksi.

Saturday, 21 December 2013

lagu batak baru Lungun Nai Pambahenan Mon


Lungun Nai Pambahenan Mon


Uju narap hita nadua ito
Soada nahurang dihita ito
Lambok do hatam
Gomos di haol ho daging ki ii

Hape saunari nga muba be ho
Tung so huboto alana ito
Sai sip ho tu au
mambahen dang sonang roha ki

ref..
Lungun Nai Pambahenan Mon
Dang tar taon au molo sai sip ho tu au

Asi jo roham unang pasombu au sa sada au
Alusi jo au molo na hurang pambahenan ki

Molo na hurang pambahenan ki
Molo na sala hatahon ito
Husippon tu au
asa huboto paturehon i

lungun nai pambaenan mon
Dang tar taon au molo sai sip ho tu au
Tu ise be au patolhas arsak
Na di rohakkon nnnn
Hape holan ho
Sasada hodo na dirohakki ito --- lungun

--Lungun nai pambahenan mon
Dang tartaon au molo sai sip ho tua
Asi jo roham unang pasombu au sasada au
Alusi jo au molo na hurang pambahenan ki


Asi jo roham
Asi jo roham
Alusi jo au
Alu si jo au


Di ketik ulang oleh : Sandi Suroyoco Sinambela

Thursday, 19 December 2013

Ketahanan pangan


Ketahanan pangan
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

Mimpi besar di jalan hitam.

WTO giring indonesia tutup biaya subsidi bahan pangan.  Indonesia menutup mata dengan perut garuda yang berisi padi dan kapas.  Membual dengan kemakmuran, dan swasembada pangan.

Kemana arah pikiran pemerintah ini? 

Bukankah jargon Indonesia adalah negara agraris?
“keperluan yang lainnya masih bisa ditunda, tetapi masalah pangan tidak ada kata menunda”  perut lebih tajam dari pada pisau.

Tidak pantas pemerintah duduk tersenyum melihat para petani yang menjadi buruh tani diladangnya. Bufeng yang berencana berbisnis agriculture  di Indonesia, lalu mana kedaulatan negeri kita ini.

Ingatkah kita dengan penjajahan dulu? Ayam yang mati kelaparan di lumbung padi! dan itik yang mati kelaparan di di kolam!

Apa yang salah?  Pemerintah dan seluruh masyarakat harus menjungkir balikkan pikiran bersama untuk menyelamatkan negara agraris ini.

Tuesday, 17 December 2013

1001 sahabat Indira “Mengerti Cinta Dari Pengalaman Sahabat” Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


1001 sahabat Indira “Mengerti Cinta Dari Pengalaman Sahabat”
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela

Masih ingatkah dengan pesawat kertas?

Aku tidak pernah bermaksut untuk mengajari, karna yang aku pikirkan adalah kau sudah lebih mengerti dari pengalaman hidup yang engkau dapatkan.

Sepertinya hatimu berkeping keping, baru saja tali hubungan kasihmu terputus.  Aku tak menyangka hubungan semesra itu bisa goyah.

Namun ada pelajaran besar yang aku dapatkan dari mu:


cinta itu bukan kemampuan, bukan juga hanya sebatas 
kemauan,tetapi adalah sebuah rangkaian ketulusan

jika kemudian dan selanjutnya hingga akhirnya menjadi buruk, ada sesuatu dalam prosesnya yang mungkin salah atau tidak sesuai. Jangan pernah menyesal, karna pada dasarnya segala sesuatu pun hanya bersifat sementara

Saat aku hanya mengisi rindu khayal di buai mimpi.
Aku pernah bertanya.
Coba tebak Kemana cinta ini akan berlari?
Aku saja tak mengerti,
aku sudah meletakkannya pada garis takdir.

Cinta itu tidak harus memiliki.
Cintailah setiap orang, dan jangan lupa mencintai DIRIMU SENDIRI
Dikala engkau merasa lebih buruk dari kemaren perbaikilah segera.
Dikala engkau merasa nyaman dengan cinta yang engkau dapatkan,
dan Cinta yang engkau berikan.  Pertahankanlah dengan segala kebaikan.


You have plenty of heart to care, but not for sale –Indira 2013






“Go ahead”
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


hampir lupa rasanya punya hati, tapi tulisanmu bisa mengembalikan hatiku” sampai sampai aku netesin air mata membacanya

Jika terhitung terjatuh selama 1000 kali maka bangkitlah 1001 kali, maka semuanya akan terhitung baik.

Tak pantas ada yang disesali jikalau kita sudah memperbaiki segala kesalahan.
Jangan Engkau berpikir sebuah bintang yang tertimbun dibawah runtuh batu oleh karna kehabisan cahaya. Namun lakukanlah kemurnian, maka terselip dimanapun itu setiap orang akan mencari.

Tinggal jalani dan nikmati keputusanmu. tanggung jawab jadi pedoman dan sabar jadi penguat.
walau takut sering menghantui, beranilah untuk teruskan niatmu.  Raih yang menjadi citacitamu.

Sejatinya semua orang pasti merakasan pahit getirnya kehidupan.  Proses yang kamu maksud adalah kesulitan adalah tawaran  seribu satu kemudahan maka kau akan tetap bertahan

Jangan kau putus asah ,
banyak  yang lebih parah,
mari berdiri tegap,
siapkan langkah dengan mantap
(lagu ciptaan sandi sinambela )

Asalkan saja kau jangan membenci ku.

aku yakin air mata yang kamu teteskan itu adalah air mata bahagia.  Itu tandanya engkau tersadar dengan kehidupan masa lampau.  Jika ratusan orang membuatmu kecewa yakinlah bahwa ribuan orang di belakangmu sedang mensuport mu untuk lebih baik.
Maka jikalau kau tidak pernah membeciku! aku adalah salah satu dari beribu orang yang akan menyemangatimu.

Sepertinya inilah caraku.
Mampukan hati buat sesuatu yang berbeda
Ini bukan masalah mata hati meredup dengan angan yang harus terbelenggu
Atau karna hati yang merasa tidak mampu melakukan yang terbaik

KARNA AKU ADALAH SEORANG SAHABAT