Monday, 4 May 2015

flussing/ scaling

http://www.bahanpembersihkimia.com/product

Penjualan Bahan Kimia Pembersih. Yang Menyediakan Berbagai Produk Kimia, Seperti: 1. Bahan Kimia Untuk Air Pendingin Cooling Tower / Radiator A. Scale Inhibitor / Anti Kerak B. Corrosion Inhibitor / Anti Karat C. Microbiocide / Anti Lumut / / Anti Jamur / Biocide / Algacide 2. Bahan Kimia Untuk Air Boiler / Boiler Treatment A. Scale Inhibitor / Anti Kerak B. Oxygen Scavenger / Penangkap Oksigen Untuk Hydrotesting / Hyd..

Tuesday, 24 March 2015

Mentri perhubungan

" modal setengah bungkus rokok saya jadi MENTRI"

CJ SONG bahasa Indonesia


CJ SONG bahasa Indonesia
Diketik kembali oleh: Sandi Suroyoco Sinambela (HTC Cijeruk)

Buka matamu Kami disisimu,,,
Saat indah bersama,,,,
Kita bersatu,,,
Masa yang cerah yang kita harapkan ,,,
Awali hari dengan ,,,,tekat bersatu,,,

Ref,,,,
Asa... mulai hari baru,,,
Kita bergandeng tangan,,,
Harap masa depan,,,
Gapai impian,,,
Tinggi,,, terbang melayang tinggi
Menuju ke angkasa ,,,,
Yang kita inginkan,,
Tuk menjadi satu,,
Youare the best CJ

Aku percaya mimpi jadi nyata,,,
Jika kita bersama tuk menggapai nya
Dimasa depan,, kita kan percaya
Ketulusan cinta  kan menuntun kita

Ref,,,,
Asa... mulai hari baru
Kita bergandeng tangan
Harap masa depan
Gapai impian,,,
Tinggi,,, terbang melayang tinggi
Menuju ke angkasa ,,,,
Yang kita inginkan
Tuk menjadi satu

We are the best CJ

Saturday, 7 March 2015

INFEKSI ND PADA EMBRIO AYAM.

INFEKSI ND PADA EMBRIO AYAM.

Newcastle disease (ND) adalah penyakit  yang disebabkan oleh virus Avian Paramyxovirus dalam dunia per-unggasan nama penyakit ND sudah sangat biasa bagi orang yang berkecimpung didunia per-unggasan.

Gejala yang teramati dari penyakit ND dapat dibedakan menjadi bentuk velogenik, mesogenik, dan lentogenik. Bentuk velogenik dari penyakit ini mencakup gejala pernafasan, pencernaan dan saraf. Gejala pernafasan yang terlihat seperti paruh terbuka, terdengar suara seperti tercekik, ngorok dan batuk. Pada gejala pencernaan tinja terlihat berubah menjadi encer dan berwarna kehijauan. Gejala syaraf pada ayam berupa tremor otot, tortikolis, dan kelumpuhan sayap dan kaki. Mortalitas dari bentuk velogenik dapat mencapai 100% pada ayam muda. Pada bentuk mesogenik gejala pernafasan terlihat pada ayam muda serta penurunan produksi telur pada ayam dewasa. Bentuk velogenik dari penyakit
ND biasanya tidak disertai gejala klinis pada ayam dewasa

Kemampuan virus ND menyebabkan kematian embrio dapat digunakan untuk penilaian karakter virulensi virus ND. Virus ND akan mengakibatkan mortalitas pada embrio ayam selama kurang dari 60 jam setelah inokulasi. Sementara untuk virus ND jenis La sota, embrio ayam masih bertahan pada umur 2 hari pasca inokulasi.

Berbeda dengan penyakit lain, embrio yang terjangkit virus AI kematian  berlangsung 18-24 jam pasca inokulasi. Embrio yang terinveksi virus IB masih bertahan umur 19 hari. Embrio yang terinveksi virus IBD hanya bertahan pada umur 3-5 hari setelah inokulasi.  

           
REVERENSI


Putra, H. H.,  M. H. Wibowo, T. Untari, dan Kurniasih, 2012. Studi Lesi Makroskopis dan Mikroskopis Embrio Ayam yang Diinfeksi Virus Newcastle Disease Isolat Lapang yang Virulen. Jurnal Sains Veteriner. UGM.  Yogyakarta

Manejemen penanganan telur tetas


Manejemen penanganan telur  tetas
Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela


Penetasan modern adalah  sebuah rankaian untuk mengehasilkan anak unggas melalui proses inkubasi yang melibatkan mesin dan menejemen manusia yang diterapkan dalam sebuah Hatchery.  
Alur penetasan berbentuk skema:

  1. Egg recive: penerimaan telur HE dari farm ke hatchery , Grade out, good quality HE,  HE select, pengkodean,  fumigasi.
  2. Cooling room:temperatur, kelembaban,  labeling, penimbangan sampel, QC, Fouging.
  3. Prewarming: in or out macine, temperatur 250c.
  4. Incubasi: mesin setter, temperatur, kelembaban, ventilasi, sanitasi, turning, lama inkubasi 450-456. Setting point
  5. Transfer: infertil, fertil, expole dan mesin vakum
  6. Hatcher: temperatur, kelembaban, ventilasi, sanitasi, kelembaban semu (humiditi puncak).
  7. Pulchick: DISS, Culling, SC, HOF, grade, vaksin, delivery
  8. Limbah: cangkang, dis, culling, limbah cair.
Untuk menaikkan SC kita harus sangat memperhatikan early death yaitu kematian 1-3 hari, kemudian kita harus menyoroti lagi DISS.  Early death 3 hari akan masuk ke persentasi infertil .  orang hatchery biasanya hanya fokus pada DISS  sementara peluang yang sangat terbuka untuk diperbaiki ada pada early death.

SC merupakan point yang dijadikan sebagai acuan profit, namun untuk menampilkan performance sebuah HATCHERY yang dipergunakan adalah Hatching  Of Fertil. 

Saturday, 7 February 2015

MENGENAL EFEK AFLATOKSIN.


MENGENAL  EFEK AFLATOKSIN.
oleh: Sandi Suroyoco SInambela


Alur yang perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah sebagai berrikut:
  1. Pakan biji bijian di jadikan sebagai pakan komesil
  2. Pakan komersil yang berkualitas rendah di berikan pada ayam Breeding
  3. Telur Hatching Egg dari farm akan di tetaskan
  4. Keberhasilan penetasan di Hatcheri akan sangat di pengaruhi oleh kualitas telur dari farm.
  5. Kemudian DOC yang dihasilkan hatchery akan di kirimkan ke farm pembesaran
  6. Di farm pembesaran akan terjadi kendala penyakit maupun performa.
Pakan komersil akan sangat susah menghindari yang namanya zat aflatoksin,,, untuk itu kita perlu mengetahui zat ini.
Aflatoksin umumnya terdapat pada biji bijian contohnya kacang kacangan, jagung  yang kualitasnya rendah sementara kedua jenih biji bijian ini merupakan bahan pokok dalam pembuatan pakan komersil ayam. Zat aflatoksin merupakan senyawa toksik yang dihasilkan oleh kapang contohnya dari Aspergillus flavus dan A. Parasitticus.  Telah banyak data yang melaporkan bahwa pakan komersil banyak yang tercemar aflatoksin ini.

Aflatoksin ternyata menghambat performan ternak terkusus pada unggas, untuk membentuk anti bodi. Dikabarkan bahwa pemberian pakan komersil yang mengandung jat aflatoksin akan menyebabkan rendahnya zat anti bodi ayam terhadap ND, IBD,  IB serta penyakit yang bersifat infeksi.

Hasil penelitian yang dilakukan Bahri et al, 2005.  Pemberian aflatoksin pada telur yang bertunas umur 5 hari mempengaruhi perkembangan, dan daya tetas embrio. Semakin tinggi dosis Aflatoksin yang diberikan maka semakin banyak embrio yang mati. 

Pengaruh Aflatoksin juga berpengaruh terhadap kelainan pada kaki, malabsorbsi kuning telur dan pendarahan pada embrio. Sehinga dapat disimpulkan bahwa kadar alflatoksin yang ada pada pakan breeding harus ditekan sekecil mungkin untuk meningkatkan kualitas telur HE yang kan ditetaskan di Hatchery.

REFERENSI: Bahri, S. R. Widiastuti, Y. Mustikaningsih. 2005. Efek Aflatoksin B pada embrio ayam. Balai Penelitian Veteriner, Bogor 

Wednesday, 21 January 2015

Hatchery " break out INFERTIL"



BREAK OUT INFERTIL.

Oleh: Sandi Suroyoco Sinambela.



Permasalahan yang terjadi di Hatchery salah satunya adalah INFERTIL, karena semakin tinggi infertil maka SC akan semakin turun.  Terkadang hatchery MAN  langsung salah kaprah mengambil keputusan bahwa yang patut disalahkan untuk INFERTIL tinggi adalah FARM breeding. Sehingga langkah yang tepat dilakukan adalah melakukan pemecahan telur INFERTIL yang sering disebut dengan BREAK OUT INFERTIL.

                Ketika INFERTIL terseleksi di TRANSFER dan dilakukan recording maka pihak hatchery baiknya melakukan analisa INFERTIL. Kenapa demikian? Karna yang diduga sebagai INFERTIL saat transper ternyata 40-50% bukanlah infertil melainkan embrio yang tidak jadi berkembang (early death).

                Kita dapat klasifikasikan saat break out;
  1. Pure Infertil

  1. Kematian embrio 24 jam masa inkubasi

  1. Kematian embrio 48 jam masa inkubasi

  1. Blood Ring

  1. Black eye


BERIKUT PENYAJIAN DATA

Dari data ini kita dapat gambaran  bahwa 50-60 % adalah pure infertil, kematian embrio 24-48 jam 32-35 % blood ring 2-3% dan black eye 7-16 %. sangat penting sekali diketahui bahwa "pihak Hatchery harus segera berkoordinasi dengan pihak farm dengan hasil data ini.  

Pertama “Pihak farm harus segera melakukan check pejantan setiap flok.  Kemungkinan rasio pejantan dan betina kurang optimal atau dugaan lainnya pejantan mengalami penyakit.

Kedua “ Pihak hatchery memiiki tugas menekan angka death 24-48 jam, blood ring dan black eye. Apa bila Hatchery man mampu menekan inferti dengan improvisasi temperatur, kelembaban, sanitasi dan teknis lainnya.