Wednesday, 21 November 2012

baby blus

http://bayikita.wordpress.com/2008/01/14/tips-mengatasi-baby-blues/

Orang Gila Aja Buat Karya Tulis.


Orang Gila Aja Buat Karya Tulis.
By: Sandi Suroyoco Sinambela


Nyata adanya 9 November 2012  Jalan Adipati Unus, lokasi Undip Tembalang.

            Pagi-pagi tepatnya pukul 06.35 WIB. Saya bergegas melangkahkan kaki berjalan menuju kampus.  Dengan langkah yang mantap, kos saya tinggalkan dengan semangat.
           
Berjalan dengan pandangan kedepan tidak memperdulikan kiri dan kanan ku.  Dari jauh saya memperhatikan seseorang yang bersandar pada sebatang pohon disamping trotoar.  Semakin berjalan semakin jelas. Tidak ada baju yang menutupi dadanya.  Dia memakai celana pendek yang kusam yang sudah koyak. 

            Dengan asiknya dia menulis dan memperhatikan kendaraan yang berlewatan didepannya.

            Semeter lagi  langkahku tepat didepannya.  Tidak bisa menghindar saya terpaksa harus lewat dari depannya.  Dia tetap menunduk dan tetap asik menulis.

            Saya terkejut dan seperti disindir.  Memojokkan pikiranku dengan ukuran kemampuan.   Karna rasa penasaran, saya berhenti tepat dibelakangnya dan menoleh kebelakang. Berpikir memastikan dia adalah orang gila atau tidak.

Aku melihat punggungnya sangat kotor dan dilengannya tampak kelihatan daki.  Kemudian perhatianku teralihkan pada lembaran putih yang dia pegang itu.   Ternyata kata perkata sangat rapi dia tulis. 

            Tersentak dan terkagum melihat judul tulisannya.

“TERUSLAH ENGKAU BERJALAN”
Teruslah engkau berjalan jangan sebutir kerikilpun menghalangi roda hidupmu

 Wow …..
Apakah itu adalah suatu bebetulan?
Entah,,,,,,  saya senyum sendiri karna terkagum.

Saya sibuk mencari kamera didalam tas ingin sekali mengabadikan moment itu. Eh ternyata dia tiba-tiba menoleh kebelakang dengan mimik marah.  Tidak sempat memotret saya bergegas pergi dan meninggalkannya.

            Pesan moral yang saya dapatkan adalah betapa bodohnya aku? 
Keterampilan apa yang saya miliki sekarang ini?
Membingungkan sekali orang yang gila aja bisa menulis dengan baik, mengapa aku tidak?

NOAH PETER’NAKAN atau NOAH PETER’PAN


NOAH PETER’NAKAN atau NOAH PETER’PAN
By: Sandi Suroyoco Sinambela


Saat kuliah Manajemen Pembibitan Ternak 21 November 2012.

Guncangan dunia musik tanah air dengan lahirnya nama NOAH  yang dulunya adalah PETERPAN membuat para fans NOAH bertanya-tanya.  Apa sebenarnya makna yang terkandung dari nama group band ini.


Saat itu kami sedang mempelajari tentang Animal  Biotecnology.  Tiba-tiba saja kata NOAH menyita perhatian kami dan sambil berbisik satu sama lainnya.  Pastinya kami berpikir bahwa yang di maksud bukanlah group band.  Akan tetapi saat kami mendengarkan penjelasan dosen itu. Kami menduga-duga adanya kaitan yang erat.

            NOAH ternyata sudah ada sejak 1980.  Noah adalah spesies banteng BARU yang dicloning dari bateng.  NOAH ternyata di Cloning dengan tujuan menanggulangi masa kepunahan genetik banteng.

            Wow bukankah pengertian Noah menurut ilmu peternakan tersebut ada kaitannya dengan group band NOAH tersebut?

PETERPAN supaya tidak mati genetik talentanya maka dibentuklah NOAH. Kalau dipikir-pikir bukankah NOAH adalah cloning dari peterpan?  Buktinya personilnyakan hampir sama dari yang kemaren.

Aneh rasanya tapi kita selidiki dulu kebenarannya.

NOAH PETER’NAKAN atau NOAH PETER’PAN

Thursday, 15 November 2012

Sand = pasir Apakah nama adalah bagian dari gambaran perilaku? SANDI S SINAMBELA

SANDI   S  SINAMBELA.

Sand =  pasir


Apakah nama adalah bagian dari gambaran perilaku?

Mungkin saja!  Ini adalah cerita nyata dari hidupku.  Diawal-awal saya mengira bahwa nama saya (sandi) adalah sebuah nama umum yang diberikan orangtua kepadaku, atau sebut saja nama pasaran yang beredar banyak di muka bumi ini.

            Semester lima  saya merasakan ada  yang aneh muncul bagi perilaku saya.
“Pengambilan keputusan sangat susah untuk saya lakukan”.

Saya terpikirkan dengan arti sebuah nama yang saya tuliskan diblog.  Ketika itu saya hanya mengartikan nama kedua saya yakni SUROYOCO (pemimpin yang gesit, lincah, dan tepat waktu).  Saya berpikir kenapa saya tidak mengartikan nama pertama?  Saya termenung dan menememukan yang saya cari.

Sand adalah pasir.  Pasir dapat dengan mudah terbawa air dan mudah terbawa angin.

Itu bukan?  Apakah pendiskripsian objek pasir adalah hal yang negatif pada perilaku manusia?   Bukankah pasir adalah objek yang mudah terombang-ambingkan?  Saya flasback kehidupan saya memang benar adanya.  Lalu bagai mana tanya hati.  Saya sempat berpikiran negatif dan mulai tidak percaya diri.

Hanya selang beberapa menit pertanyaan datang lagi.  Bukankah pasih ada kelebihannya? Pikirku,  masa saya seperti air di daun talas? 

Memang tidak akan baik adanya jika bangunan di bangun diatas pasir, tetapi bukankah bangunan itu terbentuk karena pasir?  Dengan pertanyaan ini pemikiran saya kembali lagi positif.

Harus ada semen, harus ada batu, harus ada besi, harus ada kawat, dan harus ada kayu. Pasir dapat berdiri kokoh bukan! 

Maka untuk itulah seorang sandi harus berada dan bersama-sama orang bersifat semen, bersifat batu, dan lainnya.  Jika seorang sandi ingin berdiri kokoh maka sandi harus bisa bergaul.


Wednesday, 14 November 2012

1001 sahabat Jesica Sibarani By: sandi suroyoco sinambela


1001 sahabat Jesica Sibarani
By: sandi suroyoco sinambela


Jesica: 4 April 2012 “ asa rap semangat do hita”
            Dia pernah mengirim SMS permintaan maaf kepada saya,  sebelumnya saya pernah mengatakan kepada dia bahwa “sudah terlalu banyak orang yang kau buat sakit hati, jadi berbuat baiklah buat banyak orang untuk membayar semua itu. Kala itu dia mematahkan semangat orang banyak,  kami ingin latihan drama simardan tiba-tiba dia marah tah berarah.`
           
            Jesika Sibarani adalah segelintir orang biasa meskipun egonya tinggi namun dia masih memiliki sisi putih dalam hatinya yang tidak dimiliki oleh orang lain, buktinya dia bisa meminta maaf setelah menyakiti hati orang. Saya belajar kalau saya menemukan orang seperti dia maka saya sudah bisa mengatasinya.

            Jesika Sbarani adalah teman sekampus saya.  ia berasal dari laguboti Medan.  Harus saya akui egoismenya memang sangat tinggi. Dia sangat pemarah.  Saya sering kesal dengan tingkah lakunya yang terlalu individualis. 

            Saya terkadang tersadarkan itulah pribadinya apa adanya.  “ Banyak orang yang menyembunyikan sifat aslinya dan bahkan malah lebih kejam”  Positifnya dia memperlihatkan dirinya tampa menutupi sedikitpun.  Saya menyimpulkan bahwa orang harus melihat keberadaannya dan belajar menerima dia.

            Masalah yang timbul adalah apakah dia tidak pernah berpikir untuk menerima orang yang berbeda dengan perilakunya? 

            Mungkin dia masih mengingat kata-kata ini.  Selalu mengarah kepada yang benar meski menyakitkan positif thinking  dia pernah menuliskan kata-kata ini dimading kamar ku.  Saya malah tersadarkan lagi bahwa persahabatan yang sebenarnya adalah godokan persahabatan yang pahit dan menyenangkan.  Jika kita hanya mendapatkan senag saja maka kita tidak akan pernah bertumbuh dan tidak akan pernah memiliki pondasi persahabatan yang kuat.

            Saya tau betul bagaimana semangat dia belajar semester satu dan semester dua. Semangat yang berapi-api yang kamu kobarkan kepada teman-temanmu.  Namun mengapa pada akhir ini semangat belajarnya menurun?  Saya tidak mengerti apa yang membuatnya demikian.  Tapi satu hal yang harus saya katakan “suatu kebodohan bila ketika mendekati ending  semangat kita malah down”.  Dalam bidang apapun dan apapun yang kita kerjakan yang terpenting adalah sebuah pertumbuhan dan perkembangan yang membawa kita dalam sebuah kemajuan.


Monday, 12 November 2012

Terkadang iri bisa jadi kekuatan baru bagi kita By: Sandi Suroyoco Sinambela


Terkadang iri bisa jadi kekuatan baru bagi kita
By: Sandi Suroyoco Sinambela

            Sebenarnya aku tidak setuju jika ada iri diantara kita, namun ini sebuah kenyataan yang aku alami. Seorang teman yang kelihatan biasa biasa saja ternyata dia mendapat prestasi yang bagus saat di perkuliahan. Lalu perasaan iri itu muncul perlahan, mengapa dia bisa melakukan itu sementara aku tidak bisa melakukannya. Setelah aku memikirkan apa apa saja yang dilakukannya, sebenarnya tidak jauh berbeda bukan karena saya menyombongkan diri aku melist apa saja yang dia lakukan ternyata masih lebih banyak yang saya lakukan. Dia membuat 1 PKM saya sudah membuat dua. Dia suka berolahraga saya juga demikian. Jika aku membandingkan demikian maka sulit sekali menyatakan dialah sang pemenang.

            Sebenarnya dari penjelasan saya tersebut sudah menggambarkan keirian hati tentang apa yang di dapatkan dia di depan umum. Menurut pandangan umum dia adalah yang terbaik, tetapi karena aku kurang terima dengan hal itu maka aku adalah seorang yang iri. Nah!!!!! Saat inilah saya harus mengarahkan ke irian saya dalam bentuk yang positif sehingga akan menimbulkan kekuata baru bagi aku.

            Saat aku ingin menjadi yang terbaik dari dia aku harus mengontrol rasa iri saya, saat iri itu datang maka aku harus bercermin terlebih dahulu. Membenahi diri dan berusaha  membawa hal hal positif untuk memaksimalkan kinerjaku kedepannya. Jadi untuk itu buatlah rasa iri anda menjadi kekuatan baru pada anda dan bawalah rasa iri anda pada hal yang positif


By: sandi suroyoco sinambela.

TIDAK ADA JALAN LURUS, TIDAK ADA JALAN MULUS TENTANG PERJUANGAN HIDUP DI DUNIA By: Sandi Suroyoco Sinambela


TIDAK ADA JALAN LURUS, TIDAK ADA JALAN MULUS
TENTANG PERJUANGAN HIDUP DI DUNIA
By: Sandi Suroyoco Sinambela


Kata-kata yang terusik ditelingaku saat berjalan ditengah gerimis menuju tempat kos.

Aku memang terbiasa berjalan setiap harinya berangkat ke kampus dengan waktu kurang lebih 12 menit, dipagi hari aku sangat semangat dan seringkali sambil bernyanyi sambil melangkahkan kaki.

Aku berjalan bukan seperti orang lain yang menundukkan kepalanya dan berjalan seperti dikejar sesuatu yang ada dibelakang pikirannya. Aku selalu menikmati dan selalu berusaha sabar meskipun sebenarnya keringatku sudah menetes dari dahi hingga ke dagu. Aku tak peduli dengan bunyi klason angkot yang menggodaku untuk menaikinya.

Aku tak peduli melihat teman yang menaiki kendaraan, tetapi yang kuperdulikan adalah kekuatan hati dan pikiranku untuk menapaki jalan yang tak mulus dan jalan yang tak lurus.

Bersiap melangkahkan langkah kaki adalah suatu proses yang tidak bisa dengan cepat aku lakukan karena itu sangat erat kaitannya dengan kuat rapuhnya hati saat ingin melangkah.

Disaat aku berjalan, aku seringkali harus bersusah-payah mengitari jalan seperti layaknya sebuah bundaran yang luas hanya untuk menghindari lawan arah dengan penghalang-penghalang yang sewaktu-waktu merenggut nyawa dari  semangat jiwaku. Itulah gambaran kehidupan yang ada pada kenyataan ini.

Aku mengitari pada hal ada jalan pintas yang lurus tapi ada sesuatu yang kelam di sana. Satukah diantara mu yang merasakan jalan lurus? Lalu dimana? Aku harus mencucurkan keringat berjalan sedekat itu karena banyak belokan yang harus kutuntaskan, dan kuselesaikan dengan baik.

Mulus bukanlah kata-kata yang sering ku ucapkan atau selalu tersirat di dalam benatku, jika aku mendapat sesuatu yang besar yang ada di benatku adalah syukur dan bukan karena aku. Kerikil-kelikil tajam yang selalu menghalangi langkahku dan duri-duri tajam yang menjerat kakiku itulah jalan yang tidak mulus itu. Aku berusaha merontah-rontah dan melihat jalan kedepan.
Aku tak perduli seberapa besar tantangan hidup ini meski kakiku tercabik dan tertancap. Selagi nyawa masih melekat pada badan, aku akan melangkahkan kaki dengan langkah tegap dan dan tidak enundukkan kepala karena di jalan yang berkelok-kelok dan di jalan yang berduri-duri aku adalah pemenang.

Pemenang bukanlah yang bermegah, tapi aku adalah yang berjalan terus selangkah dan selangkah lagi dengan harapan melampaui  jalan yang berkelok dan membersihkan jaran yang berduri. Aku akan selalu berjalan dari tempat kos menuju impian besarku.