Wednesday, 21 November 2012
Orang Gila Aja Buat Karya Tulis.
Orang Gila Aja Buat Karya Tulis.
By: Sandi
Suroyoco Sinambela
Nyata adanya 9
November 2012 Jalan Adipati Unus, lokasi
Undip Tembalang.
Pagi-pagi tepatnya pukul 06.35 WIB.
Saya bergegas melangkahkan kaki berjalan menuju kampus. Dengan langkah yang mantap, kos saya
tinggalkan dengan semangat.
Berjalan dengan
pandangan kedepan tidak memperdulikan kiri dan kanan ku. Dari jauh saya memperhatikan seseorang yang
bersandar pada sebatang pohon disamping trotoar. Semakin berjalan semakin jelas. Tidak ada
baju yang menutupi dadanya. Dia memakai celana
pendek yang kusam yang sudah koyak.
Dengan asiknya dia menulis dan
memperhatikan kendaraan yang berlewatan didepannya.
Semeter lagi langkahku tepat didepannya. Tidak bisa menghindar saya terpaksa harus lewat
dari depannya. Dia tetap menunduk dan
tetap asik menulis.
Saya terkejut dan seperti
disindir. Memojokkan pikiranku dengan
ukuran kemampuan. Karna rasa penasaran,
saya berhenti tepat dibelakangnya dan menoleh kebelakang. Berpikir memastikan
dia adalah orang gila atau tidak.
Aku melihat
punggungnya sangat kotor dan dilengannya tampak kelihatan daki. Kemudian perhatianku teralihkan pada lembaran
putih yang dia pegang itu. Ternyata
kata perkata sangat rapi dia tulis.
Tersentak dan terkagum melihat judul
tulisannya.
“TERUSLAH ENGKAU
BERJALAN”
Teruslah engkau berjalan jangan sebutir kerikilpun
menghalangi roda hidupmu
Wow …..
Apakah itu
adalah suatu bebetulan?
Entah,,,,,, saya senyum sendiri karna terkagum.
Saya sibuk
mencari kamera didalam tas ingin sekali mengabadikan moment itu. Eh ternyata
dia tiba-tiba menoleh kebelakang dengan mimik marah. Tidak sempat memotret saya bergegas pergi dan
meninggalkannya.
Pesan moral yang saya dapatkan
adalah betapa bodohnya aku?
Keterampilan apa
yang saya miliki sekarang ini?
Membingungkan
sekali orang yang gila aja bisa menulis dengan baik, mengapa aku tidak?
NOAH PETER’NAKAN atau NOAH PETER’PAN
NOAH PETER’NAKAN atau NOAH PETER’PAN
By: Sandi
Suroyoco Sinambela
Saat kuliah Manajemen
Pembibitan Ternak 21 November 2012.
Guncangan dunia
musik tanah air dengan lahirnya nama NOAH
yang dulunya adalah PETERPAN membuat para fans NOAH bertanya-tanya. Apa sebenarnya makna yang terkandung dari
nama group band ini.
Saat itu kami sedang mempelajari tentang Animal Biotecnology.
Tiba-tiba saja kata NOAH menyita perhatian kami dan sambil berbisik satu
sama lainnya. Pastinya kami berpikir
bahwa yang di maksud bukanlah group band.
Akan tetapi saat kami mendengarkan penjelasan dosen itu. Kami
menduga-duga adanya kaitan yang erat.
NOAH ternyata sudah ada sejak
1980. Noah adalah spesies banteng BARU
yang dicloning dari bateng. NOAH ternyata di Cloning dengan tujuan menanggulangi
masa kepunahan genetik banteng.
Wow bukankah pengertian Noah menurut
ilmu peternakan tersebut ada kaitannya dengan group band NOAH tersebut?
PETERPAN supaya
tidak mati genetik talentanya maka dibentuklah NOAH. Kalau dipikir-pikir
bukankah NOAH adalah cloning dari peterpan?
Buktinya personilnyakan hampir sama dari yang kemaren.
Aneh rasanya
tapi kita selidiki dulu kebenarannya.
NOAH PETER’NAKAN
atau NOAH PETER’PAN
Thursday, 15 November 2012
Sand = pasir Apakah nama adalah bagian dari gambaran perilaku? SANDI S SINAMBELA
SANDI S
SINAMBELA.
Sand = pasir
Apakah nama adalah bagian dari gambaran perilaku?
Mungkin
saja! Ini adalah cerita nyata dari
hidupku. Diawal-awal saya mengira bahwa
nama saya (sandi) adalah sebuah nama umum yang diberikan orangtua kepadaku, atau sebut
saja nama pasaran yang beredar banyak di muka bumi ini.
Semester lima saya merasakan ada yang aneh muncul bagi perilaku saya.
“Pengambilan keputusan sangat susah untuk saya
lakukan”.
Saya terpikirkan dengan arti sebuah nama yang saya tuliskan diblog. Ketika itu saya hanya mengartikan nama kedua
saya yakni SUROYOCO (pemimpin yang gesit, lincah, dan tepat waktu). Saya berpikir kenapa saya tidak mengartikan
nama pertama? Saya termenung dan
menememukan yang saya cari.
Sand adalah
pasir. Pasir dapat dengan mudah terbawa
air dan mudah terbawa angin.
Itu bukan? Apakah
pendiskripsian objek pasir adalah hal yang negatif pada perilaku manusia? Bukankah pasir adalah objek yang mudah
terombang-ambingkan? Saya flasback
kehidupan saya memang benar adanya. Lalu
bagai mana tanya hati. Saya sempat
berpikiran negatif dan mulai tidak percaya diri.
Hanya selang
beberapa menit pertanyaan datang lagi.
Bukankah pasih ada kelebihannya? Pikirku, masa saya
seperti air di daun talas?
Memang tidak
akan baik adanya jika bangunan di bangun diatas pasir, tetapi bukankah bangunan
itu terbentuk karena pasir? Dengan
pertanyaan ini pemikiran saya kembali lagi positif.
Harus ada semen,
harus ada batu, harus ada besi, harus ada kawat, dan harus ada kayu. Pasir dapat
berdiri kokoh bukan!
Maka untuk itulah seorang sandi harus berada dan bersama-sama orang
bersifat semen, bersifat batu, dan lainnya.
Jika seorang sandi ingin berdiri kokoh maka sandi harus bisa bergaul.
Wednesday, 14 November 2012
1001 sahabat Jesica Sibarani By: sandi suroyoco sinambela
1001 sahabat Jesica Sibarani
By: sandi
suroyoco sinambela
Jesica: 4 April
2012 “ asa rap semangat do hita”
Dia pernah mengirim SMS permintaan
maaf kepada saya, sebelumnya saya pernah
mengatakan kepada dia bahwa “sudah terlalu banyak orang yang kau buat sakit
hati, jadi berbuat baiklah buat banyak orang untuk membayar semua itu. Kala itu
dia mematahkan semangat orang banyak,
kami ingin latihan drama simardan tiba-tiba dia marah tah berarah.`
Jesika Sibarani adalah segelintir
orang biasa meskipun egonya tinggi namun dia masih memiliki sisi putih dalam
hatinya yang tidak dimiliki oleh orang lain, buktinya dia bisa meminta maaf
setelah menyakiti hati orang. Saya belajar kalau saya menemukan orang seperti
dia maka saya sudah bisa mengatasinya.
Jesika Sbarani adalah teman sekampus
saya. ia berasal dari laguboti
Medan. Harus saya akui egoismenya memang
sangat tinggi. Dia sangat pemarah. Saya
sering kesal dengan tingkah lakunya yang terlalu individualis.
Saya terkadang tersadarkan itulah
pribadinya apa adanya. “ Banyak orang yang
menyembunyikan sifat aslinya dan bahkan malah lebih kejam” Positifnya dia memperlihatkan dirinya tampa
menutupi sedikitpun. Saya menyimpulkan
bahwa orang harus melihat keberadaannya dan belajar menerima dia.
Masalah yang timbul adalah apakah
dia tidak pernah berpikir untuk menerima orang yang berbeda dengan
perilakunya?
Mungkin dia masih mengingat
kata-kata ini. Selalu mengarah kepada yang benar meski menyakitkan positif thinking dia pernah menuliskan kata-kata ini dimading
kamar ku. Saya malah tersadarkan lagi
bahwa persahabatan yang sebenarnya adalah godokan
persahabatan yang pahit dan menyenangkan. Jika kita hanya mendapatkan senag saja maka
kita tidak akan pernah bertumbuh dan tidak akan pernah memiliki pondasi
persahabatan yang kuat.
Saya tau betul bagaimana semangat dia
belajar semester satu dan semester dua. Semangat yang berapi-api yang kamu
kobarkan kepada teman-temanmu. Namun
mengapa pada akhir ini semangat belajarnya menurun? Saya tidak mengerti apa yang membuatnya
demikian. Tapi satu hal yang harus saya
katakan “suatu kebodohan bila ketika mendekati ending semangat kita malah down”. Dalam bidang apapun dan apapun yang kita
kerjakan yang terpenting adalah sebuah pertumbuhan dan perkembangan yang
membawa kita dalam sebuah kemajuan.
Monday, 12 November 2012
Terkadang iri bisa jadi kekuatan baru bagi kita By: Sandi Suroyoco Sinambela
Terkadang iri bisa jadi kekuatan baru bagi kita
By: Sandi Suroyoco Sinambela
Sebenarnya aku tidak
setuju jika ada iri diantara kita, namun ini sebuah kenyataan yang aku alami.
Seorang teman yang kelihatan biasa biasa saja ternyata dia mendapat prestasi
yang bagus saat di perkuliahan. Lalu perasaan iri itu muncul perlahan, mengapa
dia bisa melakukan itu sementara aku tidak bisa melakukannya. Setelah aku
memikirkan apa apa saja yang dilakukannya, sebenarnya tidak jauh berbeda bukan
karena saya menyombongkan diri aku melist apa saja yang dia lakukan ternyata
masih lebih banyak yang saya lakukan. Dia membuat 1 PKM saya sudah membuat dua.
Dia suka berolahraga saya juga demikian. Jika aku membandingkan demikian maka
sulit sekali menyatakan dialah sang pemenang.
Sebenarnya dari penjelasan
saya tersebut sudah menggambarkan keirian hati tentang apa yang di dapatkan dia
di depan umum. Menurut pandangan umum dia adalah yang terbaik, tetapi karena
aku kurang terima dengan hal itu maka aku adalah seorang yang iri. Nah!!!!!
Saat inilah saya harus mengarahkan ke irian saya dalam bentuk yang positif
sehingga akan menimbulkan kekuata baru bagi aku.
Saat aku ingin menjadi
yang terbaik dari dia aku harus mengontrol rasa iri saya, saat iri itu datang
maka aku harus bercermin terlebih dahulu. Membenahi diri dan berusaha membawa hal hal positif untuk memaksimalkan
kinerjaku kedepannya. Jadi untuk itu buatlah rasa iri anda menjadi kekuatan
baru pada anda dan bawalah rasa iri anda pada hal yang positif
By: sandi suroyoco sinambela.
TIDAK ADA JALAN LURUS, TIDAK ADA JALAN MULUS TENTANG PERJUANGAN HIDUP DI DUNIA By: Sandi Suroyoco Sinambela
TIDAK ADA JALAN
LURUS, TIDAK ADA JALAN MULUS
TENTANG
PERJUANGAN HIDUP DI DUNIA
By: Sandi
Suroyoco Sinambela
Kata-kata yang
terusik ditelingaku saat berjalan ditengah gerimis menuju tempat kos.
Aku memang
terbiasa berjalan setiap harinya berangkat ke kampus dengan waktu kurang lebih
12 menit, dipagi hari aku sangat semangat dan seringkali sambil bernyanyi
sambil melangkahkan kaki.
Aku
berjalan bukan seperti orang lain yang menundukkan kepalanya dan berjalan seperti
dikejar sesuatu yang ada dibelakang pikirannya. Aku selalu menikmati dan selalu
berusaha sabar meskipun sebenarnya keringatku sudah menetes dari dahi hingga ke
dagu. Aku tak peduli dengan bunyi klason angkot yang menggodaku untuk
menaikinya.
Aku
tak peduli melihat teman yang menaiki kendaraan, tetapi yang kuperdulikan
adalah kekuatan hati dan pikiranku untuk menapaki jalan yang tak mulus dan
jalan yang tak lurus.
Bersiap
melangkahkan langkah kaki adalah suatu proses yang tidak bisa dengan cepat aku
lakukan karena itu sangat erat kaitannya dengan kuat rapuhnya hati saat ingin
melangkah.
Disaat
aku berjalan, aku seringkali harus bersusah-payah mengitari jalan seperti
layaknya sebuah bundaran yang luas hanya untuk menghindari lawan arah dengan penghalang-penghalang
yang sewaktu-waktu merenggut nyawa dari
semangat jiwaku. Itulah gambaran kehidupan yang ada pada kenyataan ini.
Aku
mengitari pada hal ada jalan pintas yang lurus tapi ada sesuatu yang kelam di
sana. Satukah diantara mu yang merasakan jalan lurus? Lalu dimana? Aku harus
mencucurkan keringat berjalan sedekat itu karena banyak belokan yang harus
kutuntaskan, dan kuselesaikan dengan baik.
Mulus
bukanlah kata-kata yang sering ku ucapkan atau selalu tersirat di dalam
benatku, jika aku mendapat sesuatu yang besar yang ada di benatku adalah syukur
dan bukan karena aku. Kerikil-kelikil tajam yang selalu menghalangi langkahku
dan duri-duri tajam yang menjerat kakiku itulah jalan yang tidak mulus itu. Aku
berusaha merontah-rontah dan melihat jalan kedepan.
Aku
tak perduli seberapa besar tantangan hidup ini meski kakiku tercabik dan
tertancap. Selagi nyawa masih melekat pada badan, aku akan melangkahkan kaki
dengan langkah tegap dan dan tidak enundukkan kepala karena di jalan yang
berkelok-kelok dan di jalan yang berduri-duri aku adalah pemenang.
Pemenang
bukanlah yang bermegah, tapi aku adalah yang berjalan terus selangkah dan
selangkah lagi dengan harapan melampaui
jalan yang berkelok dan membersihkan jaran yang berduri. Aku akan selalu
berjalan dari tempat kos menuju impian besarku.
Subscribe to:
Posts (Atom)



