Saturday, 8 September 2012

KRS Berantakan, Salah Pengajarannya Atau Mahasiswanya


KRS Berantakan, Salah Pengajarannya Atau Mahasiswanya
By: SENAT Fakutas Peternakan dan Pertanian.



Selasa 04/09/2012 mahasiswa Peternakan dan Pertanian Undip terlihat sangat sibuk. 
Sungut-sungut mereka lontarkan kepada pengajaran lantaran KRS mereka berantakan.  
Koordinasi antara pengajaran dengan mahasiswa sepertinya cacat kali ini.  Apakah ada kasus kelinci percobaan dalam hal ini? Entah! Atau memang pengajaran yang tidak siap dengan pengaturan jadwal yang semakin ruwet sebab ada program baru, dan jumlah mahasiswa yang semakin banyak.

Administrasi menjadi bulan-bulanan mahasiswa.  Tidak hanya administrasi yang sibuk sejumlah dosen wali juga terlihat sibuk, tak terkecuali bapak Eko Pangestu, Dr. Ir. MP (PD.I).  Beliau terlihat sangat sibuk melayani pertanyaan para mahasiswa.

Apakah ini sebuah kesalahan mahasiswa, pengajaran, atau kelemahan sistem online? Ini adalah pertanyaan setiap mahasiswa.  Bagaimana mungkin jabwal di online dan dipengajaran berbeda tampa ada pengumuman resmi di web peternakan dan pertanian undip.  

Sistem yang baik akan menghasilkan mahasiswa berkualitas “ujar Iin”.  Ketua Senat juga menyampaikan masukan terkait dengan kasus KRS ini.  Kita akan dapat solusi setelah kita bisa diskusi.  Dengan begini perkuliahan pasti akan lebih nyaman.

Sebab sudah ada dosen yang masuk kuliah. Absensipun terlihat kotor, banyak mahasiswa yang menempelkan namanya di bawah absensi.  Dosen pengampu banyak yang bertanya-tanya mengapa demikian.  Jadwal tabrakan sahut mahasiswa

Kalau KRS aja sudah tidak karuan bagai mana hal penting lainya?  Tidak bisa hanya mengandalkan kepintaran, sebab kalau tidak ada jalan mau kemana perginya.  Fasilitas seharusnya mempermudah bukan malah mempersulit.  Harus ada langkah-langkah yang jelas dari pengajaran karena mereka mengemban tanggung jawab yang lebih banyak.

Bukan maksud hanya menyalahkan sepihak, namun setelah ada kritikan ini kami berharapa ada kesiapan dan ada perbaikan dengan sistem yang sudah karatan itu.  Mahasiswa mestinya muak dengan kesalahan yang terus berulang-ulang.  Para mahasiswa yang mendiamkannya sama dengan orang yang membiarkan borok di badannya dan tidak mau mengobatinya, kemudian pasti akan membusuk dan mencelakai dirinya sendiri.

Berbenah diri adalah pilihan satu-satunya.  Dari kejadian ini tidak satupun dari kedua pihak yang bisa mengelak, “mahasiswa dan fakultas”.  Sebab apabila tidak maka malah akan semakin merosot, atau malah anjlok.  Setiap pihak pasti tidak akan pernah setuju dengan kemerosotan itu.  Maka untuk itu mari kita bersama sama memperbaiki fakultas Peternakan dan Pertanian ini.   


Jika anda benar-benar menginginkan perubahan di FPP apa tindakan anda setelah membaca artikel ini?
Post a Comment