Monday, 13 August 2012

1001 SAHABAT sedikit tentang MARIA KAROLINA SIMAMORA


MARIA KAROLINA SIMAMORA


SMA  kami satu sekolah di SMA N. 1 Siborongborong.  Dia adalah orang jakarta, oppungnya berada di Siborongborong.  Bapaknya meninggalkannya terlalu cepat sehingga mendorongnya untuk sekolah di kampung.  Perjuangan yang berat tersirat di matanya waktu itu.  Berangkat dari rumah ke sekolah dia harus diantar oleh orang tuanya selama 2 minggu. Awalnya kami senyum melihat dia seperti itu.  Semakin lama dia semakin terbiasa dengan lingkungan kami. Menjadi bahan tertawaan bagi kami apabila orang batak tidak tau bahasa batak dan pada waktu itu dia sama sekali tidak tau bahasa batak.
Waktu itu dia duduk di kelas X-1 namun dipindahkan ke kelas X-6. Kelas kumpulan agama katolik dan protestan.  Dia  mendapat juara satu selama 2 semester. Kelas satu merupakan hal yang sulit bagi dia untuk menerima semua kenyataan itu. Perlahan dia bisa keluar dari berbagai persoalan kecil terutama dalam gaya hidup yang berbeda. Kelas XI IPA-6 kami masih satu kelas, dan dia masih tetap juara satu. Kami saling bertukar pengalaman tentang kehidupannya. Dia bercerita tentang kehidupan kota maka kami bercerita tentang petualangan di desa.
Banyak sekali hal yang kurang, bisa diterima dari Maria. Cara ngomongnya yang masih membawa kebiasaan jakarta kadang kita malah merasa mindar. Tingkat keegoisan yang menurut kita berlebihan, itulah gambaran Dia saat itu. Kelas XII IPA-6 semuanya keganjilan itu sudah menjadi pelengkap satu dengan yang lainnya.
Setelah lulus dari SMA N. 1 Siborongborong dia langsung berangkat ke jakarta. Dia sungguh menakjupkan menurutku itu sangat sulit kulakukan. Dia kuliah sambil kerja rasa salut yang besar muncul dihati saya. Dulunya dia kesekolah aja diantarin sama orang tuanya namun setelah sejauh ini dia tumbuh sangat pesat dan sangat mandiri.
Kerja siang kuliah malam, itulah dia. Aku malah bingung melihat tindakannya ini “apakah dia sambilan kerja atau sambilan kuliah?”. Jelas jelas itu bukan sebuah masalah yang harus dibahas. Semangat maria, hanya itu kata yang bisa saya berikan buat dia dan berdoa buat dia agar dia tetap sehat.
Saya melanjut semarang sewaktu-waktu jika saya libur kami sering bertemu dan jalan jalan.  Pastinya sih asik dulunya masih lugu-lugu namun sekarang sudah mulai masuk dalam ruang  masyarakat. Bersama Marlon, Erika, Dedi Rustien, Maria kami adalah alumni XII IPA-6 yang pernah reunian di jakarta. Ini  menandakan bahwa kekompakan kami tidak akan pernah hilang. Kami akan saling melengkapi untuk tujuan masing masing.
Maria adalah sahabat yang masih tetap ada dalam pikiranku,  di pikiran kami Alumni SMA N. 1 Siborong borong  kelas XII IPA-6.  Semoga DIA sukses!!!! Beserta KAMI!!!
Post a Comment